PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Sudah selayaknya Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berencana mengirim taruna Akademi Militer ke sejumlah negara untuk belajar, termasuk ke Amerika Serikat. Tak lain itu merupakan pengalaman yang sangat positif bagi anak Akademi Militer Indonesia, untuk mendapatkan ilmu diluar Negeri.
Hal itu langsung mendapat persetujuan dari Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. Pasalnya dia menilai rencana Prabowo dalam hal ini, biasa dalam kerja sama dengan saudara Luar Negeri dalam hal pertahanan. Sebab, Indonesia dalam persenjataannya masih belum lengkap kalau dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS).
“Kita memang kerja sama dengan Amerika Serikat dan saling pertukaran prajurit, kok. Jadi memang kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat sudah dalam berjalan, kemudian pertukaran prajurit, keperluan pendidikan, itu hal biasa yang dilakukan,” kata Meutya di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (20/11/2019).
Prabowo melakukan kerjasama dengan negara luar Negeri dalam hal pertahanan itu bukan program baru, melainkan itu hal yang sudah biasa. “Jadi nggak ada yang baru saya rasa dalam kerangka kerja sama pertahanan. Itu sah-sah saja,” imbuhnya.
Meutya menjelasakan dan mengatakan Indonesia memang memiliki kerja sama militer dengan berbagai negara. Dia pun menganggap kerja sama dengan mengirimkan taruna untuk belajar sebagai hal lumrah.
“Kalau saya tidak melihat siapa yang kritik, kalau memang kita punya kerja sama pertahanan, clear, itu sudah lama kita punya. Memang dalam kerja sama pertahanan itu memang biasanya ada pertukaran untuk prajurit. Menurut saya itu hal biasa, hal lumrah,” ucapnya.
Sebelumnya, Prabowo disebut berencana meminta TNI mengirim taruna Akademi Militer untuk belajar ke sejumlah negara. Hal tersebut dimaksudkan Prabowo agar para taruna bisa mendapat pengetahuan militer dengan sudut pandang berbeda.
“Terkait dengan pelatihan, Menhan RI Prabowo Subianto berencana meminta TNI mengirim taruna-taruna Akademi Militer Indonesia agar bisa belajar di masing-masing negara, termasuk ke Amerika Serikat, seperti ke West Point untuk Angkatan Darat, ke Air Force Academy untuk Angkatan Udara, dan ke Annapolis untuk Angkatan Laut,” kata Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam keterangannya, Sabtu (16/11).
Rencana tersebut langsung menuai kritik. Kritik tersebut berasal dari anggota Komisi I DPR Fraksi PKS, Abdul Kharis Almasyhari. “Belum tentu (belajar di luar negeri menjadi lebih baik), tergantung negara mana.
Jangan mandang luar (negeri) pasti lebih baik, dong,” kata Kharis di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/11). (Rifa’i/PR.ID)




