PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo ikut dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), wilayah Kabupaten Probolinggo. Tim gabungan menghadapi medan terjal dan keterbatasan peralatan untuk menjangkau titik-titik api.
Kepala Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Informasi PMI Kabupaten Probolinggo Soedjono mengatakan PMI bersama sejumlah instansi berjibaku memadamkan api di kawasan pegunungan. “Bersama sejumlah instansi terkait kami berjibaku memadamkan kobaran api di medan pegunungan yang terjal dengan berbagai keterbatasan alat,” kata Soedjono dalam keterangannya, Sabtu.
Operasi tersebut melibatkan PMI Provinsi Jawa Timur, PMI Kabupaten Probolinggo, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Sejumlah sarana dikerahkan, antara lain ambulans PMI Kabupaten Probolinggo, truk tangki air BPBD Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang, truk tangki Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo, serta drone water bombing milik BPBD Jawa Timur.
Menurut Soedjono, penggunaan drone water bombing belum sepenuhnya efektif. Drone tersebut hanya mampu membawa sekitar 100 liter air dalam sekali penerbangan. Kapasitas itu dinilai tidak sebanding dengan jumlah titik api yang tersebar di kawasan Bromo.
Medan pegunungan menjadi kendala lain. Tim harus melewati perbukitan dan tebing dengan kemiringan hingga sekitar 70 derajat. Jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran juga menyulitkan proses pemadaman.
Kondisi cuaca turut memperburuk situasi. Cuaca kering dan angin kencang membuat api lebih cepat menyebar. Kabut tebal yang sesekali turun di kawasan pegunungan juga mengurangi jarak pandang dan menghambat operasi pemadaman melalui udara.
Tim gabungan masih melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang tersedia. Untuk titik dengan kobaran api besar, kemampuan drone water bombing dianggap belum memadai karena keterbatasan kapasitas air.
Sebagai upaya mempercepat pemadaman, dua helikopter water bombing dikerahkan. Helikopter tersebut diharapkan mampu menjangkau titik-titik api yang sulit dicapai tim darat sekaligus mencegah kebakaran meluas di kawasan konservasi TNBTS.
Soedjono mengatakan PMI tetap memberikan dukungan melalui personel, relawan, dan logistik dalam operasi penanggulangan karhutla. PMI, kata dia, akan berupaya membantu hingga kondisi kebakaran dapat dikendalikan.
“Kolaborasi seluruh unsur menjadi kunci dalam menghadapi bencana ini. Semoga api segera dapat dipadamkan sehingga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tetap terjaga kelestariannya dan aktivitas masyarakat maupun sektor pariwisata dapat kembali berjalan normal,” ujar Soedjono.




