PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Video yang menyoroti pelayanan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, viral di TikTok. Video yang diunggah akun @Sabri7015 itu hingga kini mendapat 1.987 tanda suka dan telah dibagikan sebanyak 509 kali.
Dalam video tersebut, seorang pria menyampaikan keluhan terkait penanganan pasien yang disebut merupakan keluarganya. Ia menyebut pasien sempat berada dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia. “Dokter Yesi yang saya hormati, Dokter Krismon dan dokter bedah saraf tidak genah dan kurang ajar. Pasien keluarga saya ditinggal, sampai kritis,” ujar pria tersebut dalam video.
Unggahan itu memicu beragam komentar dari warganet. Akun @sellakuy mengaku memiliki pengalaman kurang menyenangkan ketika keluarganya mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut. “Gak mau banget kalo keluarga sakit dibawak ke RS Waluyo Jati, perawat sengit2 di sana ya Allah trauma banget, masku sakit dimarah2in,” tulis akun tersebut.
Komentar lain datang dari akun @KING JOHOR-94. Ia mempertanyakan konsistensi pelayanan RS Waluyo Jati Kraksaan. “Kenapa ya RS situ kok gak jera2 ya dari dulu sampai sekarang masih tetap gak konsisten melayani pasien,” tulisnya.
Menanggapi video tersebut, Direktur RS Waluyo Jati Kraksaan melalui Humas rumah sakit menyampaikan klarifikasi. Pihak rumah sakit lebih dulu menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pasien yang menjadi sorotan dalam video tersebut.
Rumah sakit membantah anggapan bahwa pasien ditelantarkan. Menurut Humas RS Waluyo Jati, pasien datang dalam kondisi cedera berat dan telah mendapatkan sejumlah tindakan medis, antara lain pemeriksaan, operasi, transfusi darah, pemasangan WSD, perawatan di ICU, serta evaluasi oleh tim medis sesuai kondisi klinis pasien. Meski demikian, kondisi pasien kemudian memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Pihak rumah sakit mengatakan saat ini Komite Medik tengah melakukan telaah menyeluruh dengan memeriksa kronologi pelayanan dan rekam medis pasien. RS Waluyo Jati juga mengaku telah berkoordinasi dan berkomunikasi langsung dengan Kepala Desa Alas Sumur Lor.
RS Waluyo Jati menyatakan menghormati hak keluarga pasien untuk mendapatkan penjelasan mengenai pelayanan medis. Namun, rumah sakit menegaskan bahwa kerahasiaan medis pasien tetap harus dijaga. Karena itu, pihak rumah sakit meminta agar informasi mengenai kasus tersebut tidak langsung disimpulkan sebagai penelantaran sebelum seluruh fakta diverifikasi secara berimbang.




