Tas kecil Ahmad

- Advertisement -

Oleh: Tan Hamzah

PILIHANRAKYAT.ID, Seperti semua pemimpi, aku bingung dan kecewa dengan kebenaran. Aku adalah diriku sendiri dan aku ada disini. Jean Paul-Sartre. Aku ahmad orang yang telah mati bahkan sebelum sempat mengatur nafasku sendiri, aku mayat hidup yang terus berjalan ditengah suram lampu, mendapat senyum dan tepuk tangan dari orang lain, sekaligus sumpah serapahnya. Aku terlahir sebagai pemenang dan dibenci. Tidak ada yang melihatku selain itu, selain berada di rangking nomor satu, atau memenangkan berbagai medali, atau juara 1 cerdas cermat agama di kampung, sampai provinsi, apa yang kalian lihat?

Aku menjadi pembenci yang pas bagi diriku sendiri, sekaligus satu-satunya yang mencintai diriku sendiri, dan melihat jelas siapa aku ini. Kebenaran ialah hasil kalkulasi kebaikan yang dianggap paling bermoral dan etis yang diasumsi oleh logika kaum mayoritas, keburukan ialah alienasi dari sisa kebenaran yang tak dianggap. Tiada manusia bodoh, tiada manusia cerdas, hasil kerja kebenaran yang terekap dikertas merupakan kutukan yang ingin aku hapus dari ingatan dan alam bawah sadar, itulah trauma paling menjengkelkan dan membuat kepalaku sering sakit.

Manusia selalu pandai berpura-pura, menyembunyikan dengki dengan senyum, mereka ingin aku tidak ada kan?, siapa yang akan menganggap aku ada ketika kalah?, aku dimana aku?

Ahmad tak pernah senang dengan yang ia punya, keunikan yang ia miliki bagai dua mata pisau yang saling membunuh, satu untuk lawan satu untuk dirinya.

Baca juga  Mendikbud Akui Indonesia Kaya Karya Sastra yang Mencerdaskan Siswa

Fondasi pendidikan dibangun atas persaingan nilai mutlak yang tertera diatas kertas, bersaing menjadi terbaik, aku benci menjadi nomor satu. Aku benci ketika para orang tua temenku mengucap selamat padaku, kemudian memarahi temanku karena kalah dariku, aku benci semua itu, aku lebih benci pada orang disekelilingku yang menuntut menjadi nomor satu, mereka hanya melihat rapot, tidak melihat aku. Kemana mereka, mereka tidak melihat aku, betapa sepinya hidup ketika kita hanya dianggap melalui angka yang kita capai.

Baca juga  Paradigma Kebudayaan; Tradisi Macapat Bondowoso

Ahmad dibenci teman-temannya, ahmad tidak mendapat perhatian keluarga, ahmad dipuji banyak orang padahal benci karena anak-anak mereka kalah, ahmad selalu mendapat kemarahan, suara hentakan yang keras ketika salah, atau mendapat beberapa pukulan, dan dia harus pergi belajar lagi, itulah hal yang juga ia benci, belajar dengan tekun dan disiplin, aku adalah pemalas dimanapun, tetapi tuhan tidak pernah adil.

Aku tidak suka orang menganggap aku jenius, aku tidak suka orang hanya memandang betapa menyenangkan jadi aku, tidak, aku kebalikan dari semua itu, betapa menyedihkan menjadi aku, yang mati, tidak merasakan cinta, tidak punya teman, dan ketakutan terbesar ialah dimarahi terus-menerus, standar hidupku ialah nilai-skor, bukan hanya peringkat yang tidak boleh turun tapi skor juga.

Baca juga  Paradigma Kebudayaan; Tradisi Macapat Bondowoso

Aku ahmad, membawa tas kecil yang aku sendiripun tak sanggup membawa, hidupku hampa tanpa merasa ada orang yang menginginkanku hidup, kekurangan teman, dan aku tidak yakin ada orang yang mencintai diriku, aku telah mati berkali-kali, sialnya aku masih hidup dan harus menanggung rasa sakit ini bertahun-tahun, tanpa ada yang mengerti aku.

Cinta adalah kekuatan aktif yang bersemayam dalam diri manusia; kekuatan yang mengatasi tembok yang memisahkan manusia dengan sesamanya, kekuatan yang menyatukan manusia dengan yang lainnya. Erich Fromm. Saat cinta berdaulat, tidak ada keinginan untuk menguasai, dan saat kekuasaan berkuasa, cinta berkurang. Seseorang merupakan bayangan atas yang lain. Carl Jung. Aku bayangan yang tak kebagian tubuh manusia, I am nothing. Apa cinta memang hal misterius yang ada di dunia ini.

Sapare Aude Immanuel Kant. Cinta. Cinta merupakan kegiatan paling penting sebagai pribadi. Cinta dan benci adalah tindakan primordial manusia yang mendasari tindakan lain. Pribadi seseorang dapat diukur dari cintanya. Scheler. cintalah yang memanggil manusia untuk mengadakan hubungan eksistensial. Cinta bukanlah perasaan emotif tapi menjadi inti kehidupan yang berproses dalam hubungan manusia. Gabriel Marcel. Aku telah lelah menangis, dan sekarang aku hanya perlu senyum sebanyak mungkin, pada orang yang aku cintai, aku mencintai semua orang meski aku tidak tahu apakah mereka membenci atau mencintai, aku tidak punya waktu untuk membenci orang lain, karena aku tahu rasanya kesepian dan sakit saat dibenci banyak orang, karena aku berbeda.

Baca juga  Terminal (Sajak Tan Hamzah)

Tas kecil ini telah bolong, sebentar lagi rusak kemudian tidak terpakai, dan berakhir di tempat sampah, atau dikubur.

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Dapat Kuota Sedikit, Ketua F. PPP Kebumen Segera Komunikasi Dengan DPR RI

PILIHANRAKYAT.ID, Kebumen- Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)kembali dibuka untuk formasi guru honorer kategori agama. Berbeda...

Kunjungan Ke Yogyakarta, Airlangga Bertemu Buya Syafii

PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta-Buya Syafii Ma'arif menerima kunjungan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dikediamannya, Nogotirto, Gamping, Sleman. Dalam pertemuan itu,...

Djarot Syaiful Hidayat, Pemprov DKI Kurang Matang

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menyayangkan pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tidak melakukan perencanaan...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...