3 Tersangka Bullying SMP Purworejo Tak Ditahan, Kepala Sekolah; Namanya Anak Iseng

3 Tersangka Bullying (foto: tribun)
3 Tersangka Bullying (foto: tribun)

PILIHANRAKYAT.ID, Purworejo-Polisi menetapkan tiga orang tersangka yang melakukan tindakan perundungan atau bullying terhadap seorang siswi di salah satu SMP Muhammadiyah di Butuh, Purworejo, Jawa Tengah.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito saat dikonfirmasi media, Kamis (12/2/2020).

Ketiga tersangka ini berinisial TP (16), DF (15), dan UH (15). Ketiganya disangkakan melanggar Pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak tentang kekerasan terhadap anak. Ancaman hukumannya ialah penjara 3 tahun 6 bulan.

Tapi ketiga tersangka itu tidak ditahan, karena alasan hukumannya di bawah lima tahun.

“Tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar F. Sutisna dikutip dari Antara.

Selain itu, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo, Ahmad mengatakan, peristiwa bullying tersebut terjadi di luar sepengetahuan pihak sekolah.

Menurutnya, tindakan TP, DF, dan UHA kepada CA merupakan bentuk keisengan ketiga remaja itu.

Baca juga  Luhut Minta Riset Ketahanan Pangan Dipacu, Tak Boleh Lagi Lambat

“Namanya anak iseng. Diajar juga susah, suka semaunya sendiri,” katanya.

Tetapi jika harus dihadapkan pada proses hukum pidana, ia kurang sepakat. Ahmad sebenarnya mengharapkan kasus itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Terlebih, ketiga pelaku masih berusia di bawah umur. Akan tetapi pihaknya pun tidak bisa berbuat apa-apa jika kasus itu akhirnya tetap diproses secara hukum.

Ia hanya bisa berharap, jika proses hukum kasus itu berlanjut, pendidikan anak-anak yang kini berstatus tersangka tidak boleh berhenti.

“Bagaimana pun pemerintah harus tetap memerhatikan pendidikan mereka meski terjerat kasus pidana”, katanya.

Berita tersebut kemudian diunggah oleh akun @lambe_turah pada (14/2/2020), dengan caption “cuma iseng, masa sih”. Unggahan tersebut mendapat like 80.998 dan komentar 8.646.

Beberapa orang memang terasa ganjil dengan sikap kepala sekolah Ahmad, bahkan tak sedikit komentar yang mengkritisi ketidakbecusan kepala sekolah dalam menyikapi kasus bullying yang terjadi pada siswinya.

Baca juga  Nyata, Ini Kegiatan Sosial MCM Kota Cilegon

“Bagi warga Purworejo jangan masukin anaknya ke SMP Muhammadiyah Purworejo, karena keamanan dan keselamatan anak anda tidak terjamin. Untuk kepala sekolahnya juga harus sadar dan mengundurkan diri. Bisa sampai ada kasus yang melibatkan muridnya apalagi dalam hal kekerasan yang sampai skala nasional. Kasih tau caranya supaya tuh kepala sekolah bisa dipecat kerena kasus ini. Bisa dengan mudahnya berujar jika kekerasan fisik dalam lingkungan sekolah sebagai iseng belaka”, tulis akun @bagindanaufal

“Ya semoga aja nanti anaknya si kepsek ngalamin yang namanya di bully, ntar kita bilang, namanya juga iseng”, kata @qenndra

“Cuma iseng? Jadi kalo anak bapak digituin gak apa-apa dong kan cuma iseng”, tulis @mikethresia.e (Noeris/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *