Daerah  

Dua Eks-Pekerja Telkom Wadul ke DPRD Probolinggo, Memprotes Pesangon Rp 5 Juta

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Suasana ruang Komisi 3 DPRD Kota Probolinggo, Rabu siang, 3 Desember 2025, mendadak mengeras ketika dua mantan pekerja kebersihan PT Graha Sarana Duta (GSD) memaparkan keluhan mereka. Setelah hampir tiga dekade bekerja di lingkungan PT Telkom Probolinggo, keduanya hanya menerima pesangon Rp 5 juta. Jumlah itu mereka nilai tak adil.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut dihadiri perwakilan PT GSD dan pejabat dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Probolinggo. Dua eks-karyawan, Nahrowi (56) dari Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, dan Baidowi (54) dari Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, tampil sebagai pihak pengadu. Mereka bekerja sebagai petugas cleaning service sejak 1995 hingga mengalami pemutusan kontrak pada 2023.

Pesangon Rp 5 juta baru mereka terima pada Maret 2024. Namun keduanya menganggap jumlah itu tak layak. Mereka membandingkan dengan karyawan lain di posisi berbeda yang menerima hingga Rp 10 juta. “Kami hanya ingin keadilan. Kami sudah bekerja hampir 30 tahun,” ujar salah satu dari mereka dalam forum itu.

Baca juga  Muswil PKB Jawa Timur: Prestasi Gemilang dari Kaderisasi yang Matang

Perwakilan PT GSD menyatakan bahwa persoalan ini perlu dikoordinasikan lebih dulu dengan kantor wilayah provinsi sebelum dibawa ke pusat. Namun Komisi 3 enggan menunggu terlalu lama. Mereka memberi waktu sepuluh hari bagi perusahaan untuk menyelesaikan tuntutan kedua eks-pegawai tersebut.

Ketua Komisi 3 menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya soal angka, tetapi soal kesetaraan perlakuan terhadap pekerja outsourcing yang telah mengabdi puluhan tahun. Ia menyebut lembaganya akan memanggil ulang pihak GSD bila tak ada perkembangan berarti dalam batas waktu yang diberikan.

Baca juga  Polres Pasuruan Sambangi Rumah Duka, Keluarga Korban Kecelakaan KA Diberi Santunan

Kasus ini menambah panjang deretan keluhan soal ketidakpastian nasib pekerja kontrak di tubuh perusahaan penyedia layanan pendukung Telkom itu. Di berbagai daerah sebelumnya juga muncul protes serupa, terutama terkait nilai pesangon dan kepastian status kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *