PILIHANRAKYAT.ID, Pasuruan-Kepolisian terus memburu pelaku pelemparan bondet yang menewaskan seorang pria di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Kamis siang, 4 Desember 2025. Rekaman kamera pengawas dari sejumlah titik menjadi petunjuk penting untuk mengidentifikasi pelaku yang disebut beraksi cepat dan terarah.
Korban, Juari, 42 tahun, ditemukan tergeletak di samping motornya dengan luka parah di bagian kepala. Ia roboh tepat di depan warung kecil yang tengah tutup, hanya beberapa meter dari jalan utama. Motor korban, Honda Beat berwarna biru dengan nomor polisi N 3283 TER, masih terparkir dengan standar samping ketika petugas tiba.
Dari keterangan saksi, korban sempat melaju pelan sebelum didekati pelaku. Lemparan bondet pertama disebut meleset. Namun ketika korban berhenti di tepi kios, pelaku kembali melempar dari jarak dekat. Ledakan keras terdengar, dan Juari langsung tersungkur. Serpihan bondet ditemukan berserakan di sekitar lokasi.
Polisi memasang garis pembatas, memeriksa sisa ledakan, dan mengamankan sejumlah rekaman CCTV dari warung dan bangunan sekitar. “Mengarah ke identitas pelaku,” ujar seorang penyidik di lokasi. Aparat belum mengungkapkan motif, namun pola serangan dianggap mirip dengan kasus-kasus pelemparan bondet yang marak sejak pertengahan tahun.
Dalam beberapa bulan terakhir, Pasuruan menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kejadian bondet tertinggi di Jawa Timur. Ledakan di Pasrepan pada Oktober lalu merusak sebuah rumah dan melukai seorang pria yang diduga terlibat jaringan curanmor. Di Nguling, sebuah rumah juga hancur akibat bahan peledak serupa. Polisi sebelumnya menyita puluhan bondet dari sejumlah penyergapan.
Beberapa kasus mengindikasikan adanya penggunaan bondet untuk aksi balas dendam. Bulan lalu, aparat menangkap seorang pemuda yang melemparkan bondet ke rumah warga karena menganggap targetnya sebagai informan polisi. Jaringan semacam ini, menurut aparat, kerap berkaitan dengan kejahatan jalanan dan peredaran senjata rakitan.
Kini, kepolisian mempercepat pengejaran pelaku. Tim gabungan dari Polres Pasuruan dan unit reserse Kriminal tengah menelusuri rute kabur dan kendaraan yang terekam kamera. “Penangkapan hanya soal waktu,” ujar sumber di internal penyidik.
Sementara itu, warga sekitar lokasi kejadian masih terkesiap. Peristiwa yang berlangsung di siang bolong itu mempertebal kecemasan publik akan maraknya penggunaan bondet di Pasuruan—bom rakitan yang dulu lazim dipakai untuk mencari ikan, kini berubah menjadi senjata kriminal paling mematikan di jalanan.




