PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Indonesia pada Minggu (12/4/2026) masih berada dalam masa peralihan dari musim hujan menuju kemarau. Situasi ini ditandai dengan cuaca yang cenderung berubah-ubah, mulai dari cerah berawan hingga hujan dengan intensitas bervariasi.
BMKG mencatat, pada periode awal hingga pertengahan April 2026, sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer seperti sirkulasi angin dan pertumbuhan awan konvektif.
Di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur dan sebagian besar Pulau Jawa, hujan masih mungkin terjadi terutama pada siang hingga malam hari. Meski demikian, pada pagi hari umumnya cuaca relatif cerah atau berawan. Perubahan cuaca yang cepat menjadi ciri khas masa pancaroba ini.
BMKG juga menyebutkan bahwa pada April 2026 curah hujan secara umum masih berada pada kategori menengah hingga tinggi di sejumlah wilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa potensi hujan belum sepenuhnya berakhir meskipun musim kemarau mulai datang secara bertahap.
Sementara itu, sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki awal musim kemarau sejak April, terutama di kawasan selatan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Pergeseran angin monsun menjadi salah satu faktor utama perubahan musim ini.
Secara umum, suhu udara di Indonesia pada bulan April berkisar antara 23 hingga 30 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi. Kondisi ini turut mendukung pembentukan awan hujan di beberapa daerah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir, terutama pada siang hingga malam hari. Masyarakat juga disarankan untuk rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca yang cepat.




