Daerah  

Ketapang Night Culture Festival, Upaya Warga Probolinggo Gaet Wisatawan Bromo

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo menggelar Ketapang Night Culture Festival pada Sabtu, 11 April 2026. Festival ini menjadi ikhtiar warga untuk menarik wisatawan yang melintas menuju kawasan Gunung Bromo agar singgah di wilayah tersebut.

Kegiatan yang dipusatkan di Perumahan Kopian Indah itu diawali dengan karnaval budaya dari kantor kelurahan menuju lokasi acara. Ratusan peserta dari berbagai kelompok seni turut ambil bagian dalam iring-iringan tersebut.

Sepanjang rute karnaval, peserta menampilkan beragam atraksi, mulai dari musik dug-dug, tari tradisional, hingga penampilan komunitas yang membawa berbagai jenis ular. Warga tampak memadati sepanjang jalan untuk menyaksikan jalannya karnaval.

Baca juga  Satlantas Polres Probolinggo Kota Memberikan Hadiah kepada Pengguna Jalan

Setelah karnaval berakhir, acara dilanjutkan dengan pertunjukan di panggung utama. Sejumlah kelompok seni menampilkan tarian tradisional, pertunjukan musik, serta fashion show dan parade batik yang melibatkan warga dari berbagai rukun warga.

Sekitar 500 peserta terlibat dalam karnaval tersebut. Kepadatan penonton membuat waktu tempuh yang biasanya hanya beberapa menit menjadi lebih lama. “Yang biasanya dari Masjid Tiban ke sini cuma dua menit, tadi sampai setengah jam karena padatnya warga. Ini menunjukkan antusiasme warga yang luar biasa,” ujar Wali Kota Probolinggo, Aminuddin.

Aminuddin menilai festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah. Ia menyebut wilayah Ketapang sebagai bagian penting dari jalur menuju Bromo yang bisa dikembangkan menjadi titik singgah wisata.

Baca juga  YANMU, DQ Probolinggo Salurkan Alqur'an

“Wilayah Ketapang ini jalur menuju Bromo. Kalau Kota Probolinggo dikenal sebagai terasnya Bromo, Ketapang ini bagian terdepannya. Ke depan akan kita kembangkan, seperti fasilitas oleh-oleh dan tempat istirahat,” kata dia.

Di sisi lain, aktivitas ekonomi langsung terasa di lokasi festival. Puluhan stan UMKM yang menyediakan makanan dan minuman lokal berjajar di area acara dan diserbu pengunjung. Wali kota berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkala agar budaya lokal tetap hidup sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *