Daerah  

Pertamina Tambah 22 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Pasuruan, Respons Lonjakan Permintaan

PILIHANRAKYAT.ID, Pasuruan-PT Pertamina Patra Niaga menyalurkan tambahan 22 ribu tabung LPG 3 kilogram ke wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk meredam isu kelangkaan yang sempat dikeluhkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan lonjakan konsumsi menjadi penyebab utama tersendatnya pasokan di sejumlah titik.

“Lonjakan konsumsi masih terjadi. Stok di pangkalan sebenarnya ada, namun cepat habis, dan beberapa titik yang dilaporkan kosong sedang dalam proses pengiriman,” kata Ahad dalam keterangannya, Ahad, 12 April 2026.

Distribusi tambahan tersebut dibagi ke dua wilayah, yakni 2.240 tabung untuk Kota Pasuruan dan 20.160 tabung untuk Kabupaten Pasuruan. Jumlah ini setara sekitar 30 persen dari alokasi normal harian di masing-masing daerah.

Baca juga  Menag Jadikan PTSP Kemenag Bali Contoh Bagi Provinsi lain

Menurut Ahad, penambahan pasokan dilakukan sebagai langkah mitigasi jangka pendek agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah peningkatan permintaan yang tidak biasa.

Selain menambah volume distribusi, Pertamina juga memperpanjang jam operasional Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Kebijakan ini ditujukan untuk mempercepat proses distribusi dari agen ke pangkalan, terutama di wilayah yang mengalami kekosongan stok.

Di tingkat distribusi, agen diminta memprioritaskan pengiriman ke pangkalan yang mengalami kendala pasokan. Sementara itu, pangkalan diwajibkan menjual LPG 3 kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18 ribu per tabung.

Baca juga  Ansor Kraksaan Siap Kawal Pembangunan Desa dengan 1.000 Kader

Pertamina juga menegaskan pentingnya penyaluran tepat sasaran. Penjualan di pangkalan diminta diprioritaskan langsung kepada konsumen akhir guna menekan praktik spekulasi di tingkat pengecer.

“Masyarakat juga kami imbau tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying terhadap LPG bersubsidi,” ujar Ahad.

Pertamina memastikan akan memperketat pengawasan terhadap rantai distribusi. Sanksi tegas disiapkan bagi agen maupun pangkalan yang melanggar ketentuan, mulai dari penghentian pasokan hingga pemutusan hubungan usaha.

Perusahaan energi pelat merah itu juga mengingatkan masyarakat agar membeli LPG di pangkalan resmi untuk menjamin harga sesuai ketentuan serta kualitas produk yang terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *