Daerah  

Mediasi Konflik Warga Wonomerto Berakhir Damai, DPRD Apresiasi Musyawarah Masyarakat

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Konflik antarwarga yang sempat memicu ketegangan di Desa Sepuh Gembul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, berakhir damai setelah ditempuh jalur mediasi di Kantor Kecamatan Wonomerto, Rabu, 29 April 2026. Kesepakatan itu dicapai setelah kedua pihak bersedia duduk bersama dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo, Muchlis, yang hadir dalam mediasi tersebut, menilai penyelesaian itu menunjukkan konflik sosial tidak selalu harus berujung ke proses hukum. Menurut dia, ruang musyawarah di tengah masyarakat masih sangat kuat.

“Alhamdulillah, kedua belah pihak telah mencapai titik temu. Ini menjadi bukti bahwa tidak semua persoalan di masyarakat harus diselesaikan melalui meja hijau,” kata Muchlis. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, baik di Desa Sepuh Gembul maupun wilayah lain.

Salah satu pihak yang terlibat, Adikun, menyatakan telah memaafkan seluruh pihak atas insiden yang terjadi. Ia menyebut persoalan tersebut bermula dari kesalahpahaman dan kini telah dianggap selesai.

Baca juga  Balita Ditemukan Meninggal Setelah Hilang Di Sungai Gembong

“Permasalahan ini sudah diselesaikan dengan baik berkat bantuan DPRD, camat, aparat kepolisian, dan TNI. Ke depan, saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya. Ia juga mengajak warga kembali bersatu dan bergotong royong.

Perwakilan keluarga Adikun turut memberikan klarifikasi terkait status jalan yang disebut menjadi salah satu sumber kesalahpahaman. Mereka menjelaskan jalan yang selama ini digunakan masyarakat berada di atas lahan milik keluarga yang sebelumnya direlakan untuk pelebaran demi kepentingan umum.

Menurut keluarga, lahan tersebut bukan tanah wakaf, melainkan masih berstatus milik keluarga dan tetap dikenakan kewajiban pajak. Mereka meminta masyarakat memahami hal itu agar tidak muncul salah tafsir di kemudian hari.

Baca juga  Unik! Bakar Ikan Cara Mempererat Emosional

Tokoh masyarakat setempat, Abah Sueb, mengatakan sejak awal tidak ada niat mencelakakan pihak mana pun. Ia menegaskan kegiatan yang dilakukan sebelumnya semata-mata bertujuan membangun jembatan secara swadaya untuk kebutuhan warga.

“Kami sudah berusaha mendamaikan sejak awal. Alhamdulillah, dengan bantuan semua pihak, akhirnya masalah ini bisa diselesaikan,” kata dia. Ia mengajak masyarakat kembali menjaga silaturahmi dan hidup rukun.

Camat Wonomerto, Rasyidi, mengapresiasi kedewasaan masyarakat dalam menyelesaikan konflik secara damai. Ia juga berterima kasih kepada aparat kepolisian, pemerintah desa, dan seluruh warga yang ikut menjaga situasi tetap kondusif.

Menurut Rasyidi, keberhasilan mediasi itu menjadi contoh bahwa persoalan sosial di tingkat lokal masih dapat diselesaikan melalui musyawarah, gotong royong, dan saling memaafkan. Dengan tercapainya kesepakatan damai, seluruh pihak sepakat mempererat kembali hubungan sosial dan menjaga stabilitas lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *