PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Ibadah haji bagi Kyai Ahmad Ubaidillah tak hanya dimaknai sebagai perjalanan spiritual pribadi. Di sela rangkaian ibadah di Tanah Suci, pengurus harian Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan itu tetap membawa semangat pengabdian kepada organisasi.
Menurut Ubaidillah, keberadaan di Makkah justru menjadi momentum untuk memperluas syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus mengenalkan semangat kader Nahdlatul Ulama dari daerah. Ia menyebut visi “PCNU Kraksaan Mendunia” harus terus disuarakan di berbagai kesempatan.
“Berkhidmat di NU itu tidak mengenal ruang dan waktu. Saat berada di Baitullah, kita membawa doa dan harapan besar agar jamiyah kita, khususnya PCNU Kraksaan, semakin solid dan memberi manfaat yang meluas,” kata Ubaidillah saat dihubungi melalui pesan singkat.
Di sela aktivitas hajinya, ia mengaku kerap bersilaturahmi dengan jamaah dan tokoh agama dari berbagai negara. Pertemuan itu dimanfaatkannya untuk bertukar pandangan mengenai pengembangan pesantren serta pendidikan Islam, yang menjadi fokus garapan RMI.
Menurut dia, konsep “PCNU Mendunia” bukan sekadar slogan. Kader NU di tingkat daerah, kata dia, perlu memiliki wawasan global tanpa meninggalkan akar tradisi pesantren yang moderat dan toleran.
“Kita punya warisan keilmuan pesantren yang luar biasa. Harapannya, sepulang dari Tanah Suci, semangat ini menular kepada seluruh pengurus dan santri di bawah naungan RMI PCNU Kraksaan agar lebih percaya diri tampil di level internasional,” ujarnya.
Selain itu, Ubaidillah menyebut dirinya juga memanjatkan doa khusus bagi keselamatan bangsa Indonesia serta kemajuan warga Nahdliyin di Kraksaan. Ia berharap gagasan dan pengalaman yang diperoleh selama di Tanah Suci dapat menjadi bekal untuk memperkuat program organisasi sepulang ke tanah air.




