Daerah  

Sampoerna Plant Kraksaan Soroti Sampah dan Banjir dalam Forum AWS

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-PT HM Sampoerna Tbk Plant Kraksaan menggelar Stakeholder Meeting Alliance for Water Stewardship (AWS) di Ballroom Utama Raya, Rabu, 29 April 2026. Forum ini menjadi bagian dari rangkaian penerapan standar pengelolaan air berkelanjutan yang menitikberatkan kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, akademisi, swasta, dan masyarakat. Sejumlah isu lingkungan di Kabupaten Probolinggo mengemuka dalam pertemuan itu, terutama persoalan sampah dan banjir.

Manager Manufacturing Sustainability PT HM Sampoerna Tbk, Sulung Prasetyo, mengatakan tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Stakeholder Meeting AWS di Plant Kraksaan. Menurut dia, pada tahun lalu fasilitas tersebut telah memperoleh sertifikat AWS.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan berkontribusi,” kata Sulung.

Baca juga  Pemprov Jateng–Kejati Teken MoU Pidana Kerja Sosial, Berlaku Mulai 2026

Ia menjelaskan, sepanjang 2025 perusahaan menjalankan sejumlah kegiatan pendukung sertifikasi, antara lain sosialisasi perilaku hidup bersih, gerakan angkat sampah dan sedimen, peringatan Hari Bersih Dunia, serta pengembangan tempat pembuangan sementara (TPS). Fokus utama program itu, kata dia, diarahkan pada pengelolaan sampah dan penanganan banjir di kawasan tangkapan air serta wilayah sekitar pabrik.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo, Mishul Sauliyah Fitriawati, menilai persoalan sampah tidak bisa ditangani satu pihak saja. Menurut dia, dibutuhkan komitmen bersama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

“Perlu kolaborasi dari berbagai pihak. Masyarakat juga harus terus diingatkan karena menjadi sumber utama timbulan sampah,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Era Silvia, menyinggung banjir yang terjadi pada Februari 2026 akibat luapan sungai dan berdampak pada ratusan rumah warga. Menurut dia, pemerintah telah melakukan normalisasi Sungai Kertosono untuk mengembalikan kapasitas aliran sekaligus memperkuat tebing sungai.

Baca juga  Cuaca Jumat di Jatim: Cerah Berawan, Hujan Diprediksi Datang Sore Hari

Manager Hand-Rolled PT HM Sampoerna Plant Kraksaan, Hendriawan Arief Wibowo, mengatakan pengelolaan sampah yang baik tidak hanya mengurangi risiko lingkungan, tetapi juga berpotensi mendorong ekonomi masyarakat. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, swasta, dan warga sekitar untuk mencegah banjir serta memperbaiki tata kelola sampah.

Melalui forum tersebut, PT HM Sampoerna Tbk Plant Kraksaan menegaskan komitmennya mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan, terutama yang berkaitan dengan air dan dampaknya bagi masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *