Daerah  

Pedagang Tempe di Probolinggo Dibegal Bersenjata Celurit, Motor Dibawa Kabur

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Seorang pedagang tempe menjadi korban pembegalan saat melintas di Jalan Sunan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Kamis dini hari, 7 Mei 2026. Pelaku yang berjumlah dua orang disebut membawa senjata tajam jenis celurit.

Korban bernama Agustin, 36 tahun, warga Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih. Ia kehilangan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi N 5516 RD setelah dirampas pelaku saat hendak menuju Pasar Niaga untuk berjualan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.41 WIB ketika kondisi jalan masih sepi usai salat subuh. Agustin mengaku sempat menyadari ada sepeda motor yang terus mengikuti dari belakang. Dua pria berboncengan yang diduga mengendarai Honda Vario disebut terus membuntuti korban.

Merasa curiga menjadi target kejahatan, korban berusaha melarikan diri dengan memacu motornya lebih cepat. Namun sesaat setelah melewati tikungan, laju motor korban dipotong hingga ia terpaksa berhenti di pinggir jalan.

Baca juga  FKUB Kota Probolinggo dan RSU Amanah Teken MoU Layanan Kerohanian Pasien

“Saya lihat dari kaca spion motor itu terus mengikuti. Saya tambah kecepatan, tapi setelah tikungan langsung dipepet,” kata Agustin.

Saat berhenti, korban sempat mencabut kunci motornya sambil berteriak meminta pertolongan. Namun salah satu pelaku langsung mengacungkan celurit ke arah korban. Dalam kondisi terancam, Agustin tak mampu mempertahankan kendaraannya.

Pelaku kemudian merebut kunci motor dari tangan korban sebelum membawa kabur sepeda motor ke arah barat. “Saya sempat melawan dan teriak minta tolong,” ujarnya.

Aksi pembegalan tersebut turut disaksikan Sutrisno, 55 tahun, seorang pedagang nasi kuning yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Ia mengaku sempat berniat membantu korban dengan menghadang pelaku menggunakan gerobaknya. Namun niat itu urung dilakukan setelah salah satu pelaku menghampirinya sambil mengayunkan celurit.

Baca juga  Walikota Jakpus; Guru Kuat Indonesia Hebat

“Saya sebenarnya mau nolong korban. Mau saya tabrak pakai gerobak, tapi pelaku malah mendekat sambil bawa celurit,” kata Sutrisno.

Menurut dia, kedua pelaku sama-sama membawa senjata tajam sehingga warga sekitar memilih tidak bertindak nekat. “Kalau tidak bawa senjata mungkin masih berani dilawan. Tapi mereka sama-sama bawa celurit,” ujarnya.

Sebelum kejadian, Agustin diketahui sempat pulang dari Pasar Niaga usai salat subuh melalui Jalan Panglima Sudirman dan Jalan KH Hasan. Tidak lama kemudian ia kembali menuju pasar untuk membawa dagangan tempe. Namun di tengah perjalanan, motor yang menjadi penunjang aktivitas berdagangnya justru raib dibawa kabur kawanan begal bersenjata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *