Daerah  

Penyalahgunaan BBM Subsidi Terungkap, Negara Rugi Rp7,5 Miliar

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Wahyudi Anas mengapresiasi langkah Kepolisian Daerah Jawa Timur dalam mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi. Sepanjang Januari hingga April 2026, aparat mencatat 66 kasus dengan 79 tersangka.

Wahyudi mengatakan sinergi lintas instansi menjadi kunci menjaga distribusi energi agar tepat sasaran. Ia menyampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri konferensi pers di Markas Polda Jawa Timur, Surabaya, Kamis, 30 April 2026.

Dalam pengungkapan itu, polisi mengamankan total 26.484 liter BBM subsidi yang disalahgunakan. Modus pelaku beragam, mulai dari modifikasi tangki kendaraan, penggunaan QR code ganda, hingga pembelian menggunakan jeriken tanpa surat rekomendasi.

Baca juga  PMII Bondowoso Dan Jember Ikut Berkomentar Ketidak Hadiran PB PMII Di Probolinggo

Menurut Wahyudi, praktik tersebut merugikan masyarakat yang berhak menerima subsidi. Ia menilai disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi menjadi salah satu pemicu utama terjadinya penyimpangan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Komisaris Besar Roy HM Sihombing, merinci barang bukti yang disita meliputi 8.904 liter Pertalite, 17.508 liter solar, serta 410 tabung LPG. Polisi juga mengamankan 50 kendaraan, terdiri atas tiga unit roda dua serta 47 unit roda empat dan roda enam.

Baca juga  Badridduja Semakin "Kokoh" Memperjuangkan Warisan Kiai Badri Mashduqi

“Total kerugian negara akibat praktik ini diperkirakan mencapai sekitar Rp7,52 miliar,” kata Roy.

Wahyudi mengimbau masyarakat menggunakan BBM subsidi secara bijak sesuai ketentuan. Ia berharap distribusi energi sepanjang 2026 tetap lancar tanpa gangguan, sehingga dapat menopang aktivitas ekonomi di Jawa Timur.

Executive General Manager Regional Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga Iwan Yudha Wibawa mengajak seluruh pihak menjaga penyaluran BBM dan LPG agar tepat sasaran. Menurut dia, ketersediaan energi yang terjaga akan berdampak langsung pada sektor transportasi, pertanian, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *