Prabowo Dijadwalkan Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo

PILIHANRAKYAT.ID, Gorontalo-Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu, 9 Mei 2026. Kawasan yang berada di pesisir laut itu dibangun sebagai pusat aktivitas perikanan terpadu untuk mendukung nelayan dari sektor hulu hingga hilir.

Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan tersebut dilengkapi gapura bercorak merah, putih, dan biru bertuliskan “Selamat Datang KNMP Kampung Nelayan Merah Putih”. Di dalam kawasan, tersedia berbagai fasilitas penunjang usaha perikanan, mulai dari pabrik es, cold storage, shelter cool box, hingga shelter pendaratan ikan.

Selain itu, pemerintah juga membangun sarana operasional perikanan seperti dermaga tambatan perahu, docking kapal, dan bengkel. Fasilitas penunjang lainnya berupa kios kuliner, kios perbekalan, balai pertemuan, kantor pengelola, mushala, toilet umum, instalasi pengolahan air limbah atau IPAL biotech, serta pos jaga.

Baca juga  Politik Itu Sepak Tanpa Bola II

Berdasarkan data pengelola, Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan mencakup 835 kepala keluarga. Dari jumlah itu, sebanyak 612 orang tercatat sebagai nelayan aktif dengan dukungan 214 unit kapal perikanan.

Kawasan tersebut memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup besar. Komoditas utama yang dihasilkan antara lain ikan selar, cakalang, dan tuna yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama masyarakat pesisir sekaligus komoditas unggulan perikanan Kota Gorontalo.

Total anggaran pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan mencapai Rp 15,8 miliar. Dana itu dialokasikan untuk pembangunan kawasan serta dukungan sarana perikanan secara terintegrasi, termasuk pembangunan gudang beku, kendaraan berpendingin, pabrik es portable, hingga bantuan puluhan cool box bagi nelayan.

Baca juga  Indonesia Menjalin Kerjasama Dengan Timor Leste

Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Kwandang, Yanwar Amri Yasman, mengatakan keberadaan fasilitas penyimpanan dingin akan membantu nelayan menjaga stabilitas harga ikan saat musim tangkapan melimpah.

Menurut Yanwar, selama ini nelayan terpaksa menjual hasil tangkapan pada hari yang sama karena tidak memiliki fasilitas penyimpanan memadai. Kondisi itu sering membuat harga ikan turun ketika produksi melimpah dan melebihi daya serap pasar.

“Ketika sudah ada fasilitas cold storage di dalam lokasi KNMP, tentu pada saat harga turun dan produksi melimpah, ikan bisa disimpan dulu di dalam cold storage,” kata Yanwar saat ditemui di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *