PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar sosialisasi dan kegiatan “Ngisi Bareng” Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Jumat, 8 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Tengger, Kantor Bupati Probolinggo.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran di lingkungan Dinkes Kabupaten Probolinggo sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan pendataan ekonomi nasional agar berjalan optimal, akurat, dan tepat sasaran.
Kepala BPS Kabupaten Probolinggo, Lilik Hariyanti, mengatakan partisipasi aktif seluruh pelaku usaha dan instansi sangat penting untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurut dia, data hasil sensus akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun arah kebijakan pembangunan ekonomi di masa mendatang.
“Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan transformasi ekonomi ke depan. Karena itu kami berharap seluruh pelaku usaha dapat memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur,” kata Lilik.
Ia menjelaskan program “Ngisi Bareng” atau Ngibar dirancang untuk mempermudah proses pengisian data secara digital sekaligus meminimalisasi kesalahan input data. Melalui pendampingan langsung, peserta diharapkan dapat mengisi data dengan lebih mudah, cepat, dan akurat.
“Pendampingan langsung ini bertujuan agar pengisian data lebih mudah, cepat, dan akurat. Selain itu, kami juga ingin membangun kesadaran bersama bahwa data statistik sangat penting bagi pembangunan daerah maupun nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, menyatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari upaya menyediakan data yang valid untuk pembangunan daerah.
“Kami sangat mendukung kegiatan sosialisasi dan Ngisi Bareng ini karena data yang akurat sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan, termasuk di sektor kesehatan. Harapannya seluruh peserta dapat mengikuti pengisian data dengan baik dan benar,” kata Sri Wahyu.
Menurut dia, kolaborasi antara BPS dan Dinkes diharapkan mampu meningkatkan kesadaran aparatur sipil negara maupun masyarakat mengenai pentingnya data statistik dalam mendukung pengambilan kebijakan pemerintah yang lebih tepat sasaran.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi agar seluruh pihak semakin memahami pentingnya partisipasi aktif dalam sensus ekonomi demi kemajuan Kabupaten Probolinggo,” tuturnya.




