PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Pemerintah Provinsi Jawa Timur merevitalisasi 45 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan total anggaran mencapai Rp46,9 miliar. Program tersebut disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kenyamanan belajar siswa.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan tidak dilakukan setengah-setengah. Menurut dia, peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan penyediaan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi siswa.
“Jawa Timur harus belajar di ruang yang aman, sehat sehingga memuliakan martabat mereka sebagai generasi penerus bangsa,” kata Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jumat.
Dari total 45 sekolah yang direhabilitasi dan direvitalisasi, sebanyak 20 lembaga berada di Kabupaten Tulungagung dengan nilai anggaran Rp23,2 miliar. Kemudian 11 lembaga di Kabupaten Trenggalek mendapat alokasi Rp8,5 miliar, sedangkan 13 lembaga di Kabupaten Pacitan memperoleh Rp15,1 miliar.
Program rehabilitasi SMA mencakup perbaikan ruang kelas, toilet, ruang administrasi, laboratorium biologi, pembangunan ruang kelas baru, hingga perpustakaan. Sementara untuk SMK, pembangunan difokuskan pada ruang praktik siswa, ruang komputer, UKS, ruang BK, ruang OSIS, laboratorium IPA, serta fasilitas penunjang lainnya.
Adapun revitalisasi SLB meliputi rehabilitasi ruang kelas, ruang keterampilan, toilet, perpustakaan, ruang baru, hingga tempat ibadah. Khofifah menilai revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, melainkan menghadirkan harapan baru bagi siswa di Jawa Timur.
“Setiap rupiah yang kita keluarkan untuk pendidikan sejatinya bukanlah biaya belanja, melainkan investasi terbaik bagi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan menjadi komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan berkualitas. Menurut dia, peningkatan fasilitas sekolah dilakukan secara bertahap setiap tahun agar mampu mendukung semangat belajar dan pembentukan karakter siswa.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyatakan dukungannya terhadap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemangku kepentingan dalam penguatan sektor pendidikan. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menciptakan pendidikan yang berdaya saing dan mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh.




