Daerah  

Pemuda di Pasuruan Rekayasa Aksi Begal demi Tutupi Penjualan Motor

PILIHANRAKYAT.ID, Pasuruan-Kisah dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Pasuruan berakhir sebagai cerita palsu. Seorang pemuda berinisial MNA, 20 tahun, warga Dusun Jurangcambah, Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, mengaku menjadi korban begal dan kehilangan sepeda motor miliknya. Belakangan, pengakuan itu terbukti hanya rekayasa untuk menutupi penjualan motor guna membayar utang.

Peristiwa itu bermula pada Senin, 11 Mei 2026 sekitar pukul 18.30 WIB. MNA mengaku dihentikan tiga pria bercelurit saat hendak menemui calon istrinya. Dalam ceritanya, pelaku disebut merampas sepeda motor Honda Vario warna biru tahun 2022 bernopol N 4015 TEA.

Pengakuan tersebut sempat memancing simpati warga. Sejumlah warga merekam keterangannya dan video itu beredar luas di media sosial. Narasi mengenai aksi begal di kawasan Puspo pun cepat menyita perhatian masyarakat.

Baca juga  Petani Tembakau Probolinggo Wakili Jawa Timur dalam Misi Dagang Jatim

Namun hasil penelusuran polisi menemukan fakta berbeda. Polisi memastikan tidak ada aksi pembegalan seperti yang diceritakan MNA. Sepeda motor yang disebut dirampas ternyata dijual sendiri oleh pemiliknya.

Kasi Humas Polres Pasuruan Joko Suseno mengatakan, motor tersebut dijual kepada seorang warga Kecamatan Pasrepan bernama Sodik seharga Rp7,5 juta. Setelah menerima uang hasil penjualan, MNA diantar rekannya menggunakan sepeda motor lain lalu diturunkan di sekitar lokasi yang kemudian diklaim sebagai tempat pembegalan.

Baca juga  Koordinator MBG Kecamatan Tongas Belum Merespons Dugaan Menu Berulat

“Sepeda motor itu dijual sendiri kepada seseorang bernama Sodik, warga Pasrepan, seharga Rp7,5 juta. Setelah menerima uang, ia diantar oleh rekannya menggunakan sepeda motor lain dan diturunkan di sekitar lokasi pembegalan yang ternyata palsu,” kata Joko, Kamis, 14 Mei 2026.

Setelah kebohongannya terbongkar, MNA menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka melalui video. Ia mengakui seluruh cerita pembegalan tersebut merupakan karangan untuk menutupi persoalan utang.

“Berita itu tidak benar. Itu hanya cerita rekayasa belaka saya saja. Faktanya kendaraan bermotor saya jual untuk kebutuhan utang piutang,” ujar MNA dalam video klarifikasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *