Daerah  

Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026 Dibuka, Khofifah Dorong Hilirisasi Produk Hutan

PILIHANRAKYAT.ID, Madiun-Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 resmi dibuka di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun, Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan yang mengusung tema Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera itu dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan pemukulan kentongan sebagai tanda dimulainya acara.

Jambore tersebut menjadi ajang konsolidasi para pelaku perhutanan sosial, Kelompok Tani Hutan (KTH), perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah daerah untuk memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan luasan perhutanan sosial terbesar di Indonesia. Luas kawasan perhutanan sosial di Jawa Timur disebut mencapai hampir 30 persen dari total luasan nasional. Selain itu, nilai transaksi ekonomi yang dihasilkan sektor tersebut juga menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain.

“Semoga ke depan kita semua semakin sehat, semakin berkah, semakin sukses, semakin damai, dan semakin menguatkan persaudaraan kita,” kata Khofifah saat membuka jambore.

Baca juga  Warga Desa Pandanlaras Gelar Kerja Bakti Perbaiki Jalan di Kecamatan Krucil

Khofifah menilai capaian tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan akses usaha bagi Kelompok Tani Hutan, terutama dalam pengembangan sistem agroforestri berbasis komoditas kopi. Menurut dia, sekitar 62 persen produksi kopi di Jawa Timur didukung sektor perhutanan sosial, sementara secara nasional kontribusinya mencapai sekitar 60 persen.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kelompok tani, perguruan tinggi, dan dunia usaha untuk meningkatkan kualitas produk serta memperluas akses pasar. Menurut Khofifah, hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah hasil hutan dan produk agroforestri.

“Kalau sudah ada intervensi teknologi, pendampingan perguruan tinggi, dan kemitraan dengan dunia usaha, maka hilirisasi bisa dikembangkan sehingga produk memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan perhutanan sosial. Salah satunya diberikan kepada Bupati Madiun Hari Wuryanto sebagai Kepala Daerah Terbaik dalam Pendampingan Perhutanan Sosial.

Baca juga  Yamaha Jogi 125, Skuter Retro Irit yang Belum Masuk Indonesia

Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Madiun sebagai tuan rumah Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026. Menurut dia, perhutanan sosial merupakan program strategis yang mampu mengintegrasikan pelestarian hutan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan kawasan hutan yang produktif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Hari Wuryanto juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melanjutkan program strategis nasional Selingkar Wilis. Ia menilai pembangunan jalur yang menghubungkan wilayah Madiun, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, dan Nganjuk tersebut penting untuk memperkuat konektivitas kawasan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan Gunung Wilis.

“Gunung Wilis memiliki potensi yang luar biasa. Jika program Selingkar Wilis bisa dilanjutkan, insyaallah akan membawa Jawa Timur lebih sejahtera dan lebih maju,” kata Hari Wuryanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *