PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan pangan di Papua Selatan merupakan program negara yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Pernyataan itu disampaikan Amran dalam sebuah podcast jurnalistik saat menanggapi berbagai narasi yang berkembang mengenai proyek tersebut.
Menurut Amran, pemerintah perlu menyiapkan ketersediaan pangan jangka panjang seiring pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus meningkat setiap tahun. Ia mengatakan penambahan kawasan produksi pangan menjadi kebutuhan untuk menjamin pasokan pangan nasional di masa mendatang.
Amran menjelaskan pengembangan pangan di Papua merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun sentra produksi pangan baru di berbagai daerah. Selain padi, pemerintah juga mendorong pengembangan komoditas lokal seperti sagu dan ubi yang selama ini menjadi sumber pangan masyarakat Papua.
Ia membantah anggapan bahwa masyarakat tidak memperoleh manfaat dari program tersebut. Menurut dia, lahan yang dikelola dalam proyek pengembangan pangan merupakan milik masyarakat setempat, bukan milik badan usaha milik negara, swasta, maupun pemerintah.
Pemerintah, kata Amran, memberikan berbagai dukungan kepada petani melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, benih unggul, pembangunan jaringan irigasi, serta pendampingan budidaya. Dukungan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan petani.
Amran juga menepis tudingan yang mengaitkan proyek itu dengan kepentingan pihak tertentu. Ia menegaskan proyek tersebut merupakan program negara yang melibatkan banyak perusahaan pelaksana dan dijalankan untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, ia mengajak pihak yang meragukan program tersebut untuk melihat langsung kondisi di lapangan agar memperoleh gambaran yang utuh.
Menurut Amran, manfaat program mulai dirasakan masyarakat melalui peningkatan produktivitas pertanian. Jika sebelumnya petani hanya menanam sekali dalam setahun dengan hasil sekitar tiga ton per hektare, kini produktivitas disebut meningkat hingga tujuh ton per hektare dengan intensitas tanam mencapai tiga kali dalam setahun. Ia menilai pembangunan pertanian di Papua menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.




