Daerah  

Nelayan Probolinggo Tetap Melaut di Tengah Peringatan Cuaca Buruk BMKG

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Melimpahnya stok ikan di perairan Selat Madura dalam dua bulan terakhir membuat sejumlah nelayan di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo tetap melaut meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk di Laut Jawa.

Peringatan tersebut berkaitan dengan aktivitas gelombang Equatorial Rossby yang berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang dan perubahan kondisi cuaca di sejumlah perairan Indonesia, termasuk wilayah Laut Jawa. Namun kondisi itu belum menyurutkan aktivitas nelayan yang tengah menikmati musim tangkapan ikan melimpah.

Rudi, seorang nelayan asal Probolinggo, mengatakan hasil tangkapan ikan saat ini tergolong tinggi. Dalam sekali melaut, kapal jenis jonggrang dengan kapasitas mesin 16 Gross Ton (GT) mampu membawa pulang hampir dua ton ikan.

Baca juga  Peran Santri terhadap Keutuhan NKRI.

“Kondisi ikan sekarang sedang banyak. Kalau cuaca masih memungkinkan, kami tetap melaut. Namun tetap berhati-hati dan membawa perlengkapan keselamatan,” kata Rudi, Ahad, 14 Juni 2026.

Menurut dia, musim ikan yang sedang berlangsung menjadi kesempatan bagi nelayan untuk meningkatkan pendapatan. Karena itu, banyak nelayan memilih tetap beraktivitas di laut dengan memperhatikan perkembangan cuaca yang dikeluarkan otoritas terkait.

Sementara itu, Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo, Hendra Yulispriyanto, mengimbau nelayan dan operator kapal agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Hendra menjelaskan, berdasarkan pemantauan terakhir, kondisi cuaca di perairan Probolinggo masih relatif aman. Kecepatan angin dari arah utara tercatat sekitar 4 knot, tinggi gelombang berkisar 0,3 meter, serta arus laut bergerak dari arah timur.

Baca juga  Keren, Kepala KUA Krucil Berikan Pemahaman Terkait PMA 20 Th 2019 dan Permenag 30 Th 2024

“Kondisi cuaca saat ini masih baik. Namun kami tetap mengimbau seluruh operator kapal, pemilik kapal, maupun penumpang untuk meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran,” ujarnya.

Ia menegaskan setiap kapal harus memenuhi persyaratan kelaiklautan, tidak mengangkut muatan maupun penumpang melebihi kapasitas, serta memastikan penggunaan jaket pelampung selama pelayaran. Para nahkoda juga diminta tidak memaksakan berlayar saat cuaca buruk dan menghindari pengangkutan barang berbahaya. Menurut Hendra, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama di tengah potensi cuaca ekstrem yang dipengaruhi aktivitas gelombang Equatorial Rossby.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *