Daerah  

Khofifah Dorong Kemitraan Perhutanan Sosial dan Agroforestri untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

PILIHANRAKYAT.ID, Madiun-Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong penguatan kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mempercepat pengembangan usaha perhutanan sosial dan agroforestri. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan luasan perhutanan sosial terbesar di Indonesia. Menurut dia, hampir 30 persen dari total luasan perhutanan sosial nasional berada di wilayah Jawa Timur. Selain itu, nilai transaksi ekonomi yang dihasilkan dari sektor tersebut juga menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain.

“Kalau sudah ada intervensi teknologi, pendampingan perguruan tinggi, dan kemitraan dengan dunia usaha, maka hilirisasi bisa dikembangkan sehingga produk memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” kata Khofifah saat membuka Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 di Kabupaten Madiun, Kamis, 18 Juni 2026.

Khofifah menuturkan pengembangan perhutanan sosial tidak hanya diarahkan pada upaya konservasi hutan. Pemerintah juga mendorong penguatan aktivitas ekonomi masyarakat melalui pola agroforestri yang memungkinkan pengembangan berbagai komoditas pertanian tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Baca juga  Jabar Siaga Bencana, Wagub Erwan Minta Warga Lebih Peka Lingkungan

Melalui pendekatan tersebut, kelompok tani hutan didorong menjalin kemitraan dengan pelaku usaha dalam berbagai aspek, mulai dari pendampingan budidaya, pengembangan komoditas, hingga penyerapan hasil produksi. Model ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Salah satu contoh pengembangan kemitraan dilakukan di Kabupaten Jember. Di daerah itu, penguatan budidaya pertanian dan agroforestri dijalankan melalui kerja sama antara kelompok tani, kelompok tani hutan, perusahaan, dan perguruan tinggi. Program tersebut mencakup pendampingan teknis, penguatan akses pasar, hingga pengembangan usaha pertanian.

Selain aspek ekonomi, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas petani serta menarik minat generasi muda agar terlibat dalam sektor pertanian dan perhutanan sosial. Regenerasi petani dinilai menjadi salah satu tantangan yang harus diantisipasi sejak dini.

Dalam pengembangan perhutanan sosial, PT Mekar Asta Nusantara (MANU) menjadi salah satu perusahaan yang menjalin kemitraan dengan Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta dan Dinas Kehutanan Jawa Timur. Perusahaan tersebut juga bekerja sama dengan Universitas Jember dalam pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan petani.

Baca juga  Presiden Menerbitkan Grasi, Ray Rangkuti; Presiden Jokowi Tidak Komitmen Dalam Membasmi Orang Korupsi

Direktur Utama PT Mekar Asta Nusantara Evi Febriana Suhardi mengatakan pihaknya berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat pengelola lahan di kawasan hutan. Menurut dia, perusahaan berkomitmen mendampingi petani mulai dari proses budidaya hingga hasil panen terserap pasar.

“Harapan kami sederhana. Kami ingin masyarakat sekitar hutan bisa mendapatkan manfaat ekonomi yang nyata dari lahan yang mereka kelola. MANU ingin menjadi mitra yang hadir dari awal hingga akhir, mulai dari budidaya sampai hasil panen terserap pasar,” ujar Evi dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis, 18 Juni 2026.

Pada rangkaian Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026, PT Mekar Asta Nusantara menerima apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan perhutanan sosial. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga sekitar kawasan hutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *