Daerah  

Eco-Cinema “Menolak Punah” Soroti Krisis Sampah dan Ancaman Mikroplastik di Probolinggo

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Isu pencemaran lingkungan akibat persoalan tata kelola limbah kembali menjadi perhatian publik. Komunitas Jenggala (Jejaring Jaga Alam) bersama organisasi konservasi lahan basah Ecoton menggelar Eco-Cinema & Talkshow Ekologi dengan memutar film dokumenter berjudul “Menolak Punah” pada Sabtu (20/6/2026) malam.

Mengusung tema “Menolak Punah: Saat Semua Semakin Mudah dan Murah”, kegiatan yang berlangsung di Kandang Jenggala, Perumahan Tanjung Marina Blok B No. 51, Paiton, Kabupaten Probolinggo, itu menjadi ruang diskusi lintas sektor. Forum tersebut mempertemukan pemerintah sebagai regulator, sektor swasta sebagai pendukung sumber daya, serta komunitas masyarakat sebagai penggerak aksi lingkungan.

Founder Komunitas Jenggala, Ning Hani, mengatakan persoalan sampah yang semakin kompleks memang dapat memunculkan rasa pesimistis. Namun, melalui pemutaran film dan diskusi ekologi, pihaknya ingin membangun kembali optimisme bahwa gerakan menjaga lingkungan masih memiliki banyak pendukung.

Ning Hani

“Meski nanti setelah nonton film ini mungkin akan bertambah kepikiran, tapi dengan kekhawatiran insya Allah semangat untuk lebih istiqomah dalam berbakti untuk komunitas ini lebih tinggi,” ujar Ning Hani.

Menurut dia, ancaman krisis ekologi harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk melakukan perubahan. Ia menilai keberlanjutan lingkungan hanya bisa terwujud melalui kolaborasi berbagai elemen.

Baca juga  Nelayan Probolinggo Tewas Tragis, Terjerat Jaring Bubu Saat Melaut

“Jika menolak punah, maka kita harus berbenah,” katanya.

Dalam sesi diskusi, perwakilan Ecoton M. Alaika Rahmatullah memaparkan ancaman mikroplastik yang kini menjadi salah satu persoalan lingkungan serius. Ia menjelaskan, sebagian besar mikroplastik berasal dari limbah berbahan sintetis, termasuk serat pakaian yang terlepas saat proses pencucian dan akhirnya masuk ke aliran sungai hingga mencemari ekosistem.

Alaika menyebut hasil riset Ecoton melalui program Ekspedisi Sungai Nusantara tahun 2022 menunjukkan pencemaran mikroplastik telah ditemukan di berbagai sungai di Indonesia.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98 persen sungai di Indonesia telah terkontaminasi mikroplastik. Dari seluruh partikel mikroplastik yang ditemukan, 58 persen di antaranya merupakan mikroplastik jenis fiber atau serat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa mikroplastik tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi telah ditemukan masuk ke tubuh manusia.

Sementara itu, Kepala Bidang Penataan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Probolinggo, Yusdi Vari Afandi, menjelaskan pemerintah telah memiliki regulasi untuk mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya. Salah satunya melalui Peraturan Menteri LHK Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

Baca juga  Dua Terduga Pelaku Curanmor Bersenjata Ditangkap di Probolinggo

Namun, menurut Yusdi, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Peran dunia usaha dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan perubahan.

“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Diperlukan keterlibatan dunia usaha dan masyarakat untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya,” tegasnya.

Dari sektor industri, Account Manager ISS, Ignatius Ian Avianto, menilai perusahaan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, pengelolaan lingkungan harus menjadi bagian dari budaya perusahaan dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Perusahaan juga berperan dalam tanggung jawab sosial. Dan itu harus berkelanjutan. Kami juga selalu mendukung komunitas atau penggerak yang memiliki inisiatif di bidang lingkungan,” kata Ignatius.

Melalui kegiatan tersebut, Komunitas Jenggala berharap muncul langkah nyata dalam mengurangi persoalan sampah di kawasan Paiton dan sekitarnya. Sebagai bentuk komitmen terhadap konsep ramah lingkungan, panitia juga menerapkan konsep Zero Waste Event dengan mewajibkan peserta membawa botol minum atau tumbler masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *