Daerah  

BMKG: Sebagian Besar Wilayah Jawa Timur Cerah Berawan pada Selasa, Hujan Ringan Masih Berpotensi Terjadi

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Timur akan mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan pada Selasa, 3 Juni 2026. Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi turun di sejumlah daerah pada siang hingga sore hari.

Dalam prakiraan cuaca hariannya, BMKG menyebut kondisi cuaca di Jawa Timur dipengaruhi dinamika atmosfer yang masih memungkinkan terbentuknya awan hujan, terutama di wilayah pegunungan dan kawasan selatan. Hujan diperkirakan bersifat lokal dengan intensitas ringan.

Sejumlah daerah yang berpotensi mengalami hujan ringan antara lain Malang, Kota Batu, Lumajang, Pasuruan bagian selatan, Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi. Sementara wilayah pesisir utara seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro diprakirakan didominasi cuaca cerah berawan.

Baca juga  Komisi I DPRD Probolinggo Desak Oknum Kepala Sekolah Pelaku Penganiayaan Dimutasi

BMKG mencatat suhu udara di Jawa Timur berkisar antara 21 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55–95 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan ringan hingga sedang.

Masyarakat diimbau tetap mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Pengguna jalan juga diminta berhati-hati apabila hujan turun karena dapat mengurangi jarak pandang dan membuat jalan menjadi licin.

Baca juga  Transformasi Perpustakaan Desa, Rendra Hadi Kusuma Dorong Literasi Inklusi Sosial di Probolinggo

Bagi nelayan dan pelaku transportasi laut, BMKG meminta agar selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru sebelum berlayar. Pembaruan prakiraan cuaca dapat diakses melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi potensi cuaca yang berubah dengan cepat.

BMKG sebelumnya menyatakan sebagian besar wilayah Jawa Timur mulai memasuki musim kemarau pada Mei hingga Juni 2026. Meski demikian, hujan ringan masih berpeluang terjadi secara sporadis di beberapa wilayah akibat kondisi atmosfer yang belum sepenuhnya stabil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *