PILIHANRAKYAT.ID, Pasuruan-Sebanyak 110 kejadian kebakaran tercatat di wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan, Jawa Timur, sepanjang Januari hingga Juli 2026. Musim kemarau yang disertai cuaca panas dan angin kencang dinilai menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api, terutama pada lahan yang dipenuhi vegetasi kering.
Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pasuruan menunjukkan terdapat 75 kejadian kebakaran selama periode tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 85 persen merupakan kebakaran lahan terbuka yang ditumbuhi rumput kering, ilalang, hingga tanaman tebu.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pasuruan Bambang mengatakan, sebagian besar kebakaran dipicu oleh kelalaian masyarakat saat membersihkan lahan dengan cara dibakar. Menurut dia, api kerap ditinggalkan tanpa pengawasan hingga akhirnya merembet ke area lain.
“Penyebabnya kebanyakan karena kurangnya pemahaman pembersihan lahan. Maksudnya, habis dibakar tapi kemudian dibiarkan begitu saja,” kata Bambang, Jumat, 24 Juli 2026.
Bambang menjelaskan, kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau membuat bara api dari pembakaran sampah atau lahan sangat mudah menyulut kebakaran. Tiupan angin yang cukup kencang juga mempercepat rambatan api sehingga menyulitkan proses pemadaman apabila terlambat ditangani.
Meski demikian, hingga saat ini kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Pasuruan belum dilaporkan merembet ke kawasan permukiman. Petugas pemadam kebakaran terus melakukan upaya penanganan sekaligus pemantauan terhadap wilayah yang rawan terjadi kebakaran.
Pemerintah daerah mengimbau pemerintah desa dan kelurahan untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membakar lahan maupun sampah tanpa pengawasan. Jika pembakaran terpaksa dilakukan, warga diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. “Kalau terpaksa dibersihkan dengan cara dibakar, ya pastikan aman, ada orang menunggui sampai selesai. Bukan didiamkan kemudian ditinggal,” ujar Bambang.




