Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Ketua Bersama Penggalangan Dana IDA22 Bank Dunia

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditunjuk sebagai Ketua Bersama Independen dalam penggalangan dana putaran ke-22 International Development Association (IDA22) Grup Bank Dunia. Penunjukan itu menempatkan Sri Mulyani dalam posisi penting untuk memimpin upaya menghimpun dukungan kebijakan dan pendanaan bagi negara-negara berpenghasilan rendah.

Berdasarkan keterangan resmi Grup Bank Dunia yang dikutip pada Selasa, 4 Agustus 2026, Sri Mulyani dipilih oleh perwakilan negara donor dan negara peminjam anggota IDA melalui proses seleksi yang dilakukan komite pencarian. Ia akan menjalankan tugas tersebut bersama Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia.

Sebagai Ketua Bersama Independen, Sri Mulyani akan mendorong negara donor dan negara peminjam memperkuat dukungan terhadap agenda pembangunan melalui kebijakan dan pendanaan. Proses tersebut menjadi bagian penting dari pengisian kembali dana IDA22 yang digelar setiap tiga tahun.

Baca juga  Manfaatkan Perang Dagang Tiongkok-AS Menteri Susi Bagi Kiat Bisnis Ikan

IDA merupakan lembaga Grup Bank Dunia yang menyediakan pembiayaan dengan persyaratan lunak bagi negara-negara berpenghasilan rendah. Bantuan diberikan dalam bentuk pinjaman berbunga rendah maupun hibah untuk mendanai program pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan ekonomi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sejak siklus IDA18, proses pengisian kembali dana lembaga tersebut dipimpin oleh dua ketua bersama. Salah satunya merupakan tokoh independen dengan pengalaman dalam pembiayaan pembangunan multilateral, sedangkan lainnya pejabat senior Bank Dunia yang ditunjuk Presiden Bank Dunia.

Pengalaman Sri Mulyani di bidang keuangan pembangunan menjadi salah satu latar belakang penunjukannya. Selain pernah menjabat Menteri Keuangan Indonesia, ia pernah menjadi Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia. Saat ini, Sri Mulyani tercatat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di Universitas Oxford.

Baca juga  Pep Guardiola Tutup Era di Manchester City dengan Kekalahan dari Aston Villa

Sejak didirikan pada 1960, IDA disebut telah menyalurkan lebih dari US$ 632 miliar untuk investasi di 115 negara. Pada periode mendatang, hasil penggalangan dana IDA22 akan menentukan kapasitas pembiayaan konsesional yang dapat diberikan kepada 78 negara berpenghasilan rendah hingga 2031.

Proses IDA22 akan dimulai secara resmi melalui Pertemuan Tinjauan Jangka Menengah di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Pertemuan akhir untuk menetapkan komitmen pendanaan dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027. Penggalangan dana tersebut diharapkan menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi negara-negara yang masih menghadapi kemiskinan ekstrem dan berbagai tantangan pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *