PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma mengatakan pembahasan KUA dan PPAS Perubahan APBD 2026 akan diarahkan untuk menentukan prioritas penggunaan dana sekitar Rp191 miliar yang berasal dari Silpa APBD 2025.
Pernyataan itu disampaikan Oka setelah DPRD Kabupaten Probolinggo menerima penyampaian Nota Penjelasan Bupati tentang Rancangan KUA dan PPAS Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut Oka, setelah penyampaian nota penjelasan, pembahasan akan masuk ke agenda berikutnya. DPRD menjadwalkan pembahasan KUA dan PPAS Perubahan APBD 2026 pada 18-19 Agustus 2026.
Dalam pembahasan tersebut, DPRD akan melihat lebih jauh arah kebijakan anggaran perubahan, termasuk menentukan pemanfaatan Silpa APBD 2025 yang nilainya sekitar Rp191 miliar.
“Sekarang pembahasan KUA-PPAS perubahan, artinya uang Rp191 miliar ini kita fokuskan kebijakannya untuk membangun jenis kegiatan apa,” ujar Oka.
Oka mengatakan dana tersebut belum langsung dibagi ke sejumlah sektor. Pembahasan saat ini masih berada pada tahap menentukan kebijakan dan prioritas penggunaan anggaran.
Ia menegaskan rincian teknis mengenai alokasi dana untuk infrastruktur, pendidikan maupun sektor lainnya baru akan dibahas dalam tahapan pembahasan anggaran perubahan.
“Jadi belum masuk teknis,” kata Oka.
Menurut dia, DPRD bersama pemerintah daerah akan mencermati kebutuhan pembangunan sebelum menentukan kegiatan yang akan memperoleh tambahan anggaran. Pembahasan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memastikan penggunaan Silpa memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan Kabupaten Probolinggo.
Sebelumnya, Wakil Bupati Probolinggo Ra Fahmi AHZ saat membacakan Nota Penjelasan Bupati menyampaikan proyeksi pendapatan daerah dalam perubahan APBD 2026 sebesar Rp2,347 triliun. Sementara belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp2,538 triliun.
Selisih antara pendapatan dan belanja tersebut menghasilkan defisit sekitar Rp191,01 miliar yang akan ditutup melalui pembiayaan daerah.
Dengan pembahasan yang dijadwalkan pada 18-19 Agustus, Oka mengatakan DPRD akan memfokuskan pembahasan pada arah penggunaan anggaran tersebut sebelum masuk ke rincian program dan kegiatan.




