Pamuji: Saya Bangga Menjadi Perangkat Desa

PILIHANRAKYAT.ID, Bojonegoro-Di era modern, ternyata masih ada pemuda yang memilih untuk mengabdikan dirinya kepada desa. Menjadi perangkat desa dan bertani adalah jalan hidupnya, dia adalah Pamuji, pemuda 28 tahun yang sejak November 2020 menjadi Kaur Perencanaan di Desa Tanggir Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro.

Tugasnya tidaklah ringan, ditangannya semua perencanaan pembangunan di desa harus dijalankan dengan baik. Tapi dia menjalaninya dengan sabar sembari belajar. Sebagai perangkat desa yang baru saya harus segera menyesuaikan diri mas, begitu ungkapnya kepada awak media siang itu di sebuah warung kopi tepi Bengawan solo.

Tidak ada yang sulit kok jika dijalani dengan serius, disiplin dan fokus. Begitu tambahnya sambil menyeduh kopi disiang yang terik tetapi angin berhembus sepoi-sepoi.

Baca juga  Merawat Budaya Leluhur, Pemuda Benmote Gelar "Madura Culture Festival"

Pilihan menjadi perangkat desa adalah panggilan jiwa mas, saya ingin desa tempat kelahiran saya maju, berkembang dan menjadi kebanggaan. Saya akan mengabdikan diri ini untuk membangun desa.

Pria murah senyum yang selalu berpenampilan rapi itu begitu dekat dengan warganya. Mas Pam, begitu warga menyapanya. Dia rendah hati dan hangat jika diajak berbincang.

Terlahir dari pasangan Parno dan Pasinah adalah keluarga sederhana, dan bersahaja. Orang tuanya adalah petani. Dan juga berkebun. Ditangan dingin orang tuanya, pertanian dan perkebunan dikerjakan dengan apik dan hasilnya pun melimpah.

Kebanggaan sebagai anak desa yang sederhana selalu dipegangnya, suami dari Riska silvana rohmawati itu selalu memegang teguh pesan dari orang tuanya bahwa, hidup yang sederhana, baik dengan semua orang dan nerimo pandum.

Baca juga  Respon Rafi & Nagita Usai Ramai terkait Tumpukan Tabung Gas Melon di Rumahnya

Sambil menunjukan tempat kerjanya di balaidesa Tanggir kecamatan Malo, dia menunjukan tumpukan berkas yang menjadi kewajibanya. Ya seperti ini mas aktifitas saya di balaidesa. Dibalaidesa yang kokoh dan indah itulah dia mencurahkan seluruh pengabdiannya.

Desa Tanggir memang dikenal dengan kesahajaannya, kepala desa nya adalah seorang perempuan tangguh, dan keharmonisan seluruh perangkat desanya patut diacungi jempol.

Saya bersyukur memiliki pemimpin dan rekan kerja yang saling menopang. Dengan demikian seberat apapun pekerjaan ya menjadi ringan dan tidak merupakan beban. Begitu dia mengakhirinya.

(RED/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *