Daerah  

Cuaca Jawa Timur Sabtu 15 Agustus 2026, Kemarau Makin Kering di Tengah Penguatan El Nino

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Jawa Timur diperkirakan masih berada dalam dominasi musim kemarau pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi atmosfer Indonesia semakin mendukung cuaca kering seiring penguatan fenomena El Niño.

Dalam prakiraan cuaca periode 14-20 Agustus 2026, BMKG mencatat curah hujan pada dasarian pertama Agustus didominasi kategori rendah. Sebanyak 90,79 persen wilayah Indonesia tercatat mengalami curah hujan kategori rendah.

BMKG juga menyatakan sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia atau 535 Zona Musim telah memasuki musim kemarau. Kondisi ini membuat potensi hujan di sejumlah wilayah semakin terbatas, termasuk kawasan yang tengah berada pada periode puncak kemarau.

Baca juga  BGN Tegaskan Terbuka terhadap Kritik, Dugaan Penyimpangan MBG Akan Ditindaklanjuti

Di Jawa Timur, cuaca cerah hingga cerah berawan berpeluang mendominasi sejumlah wilayah, terutama pada siang hari. Namun, kondisi atmosfer lokal tetap memungkinkan munculnya awan hujan di wilayah tertentu.

Kondisi kering tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan. BMKG sebelumnya mengingatkan bahwa periode puncak musim kemarau 2026 berlangsung sekitar Juli hingga September.

Sementara itu, masyarakat di wilayah pesisir Jawa Timur perlu memperhatikan perkembangan cuaca laut. Prakiraan BMKG menunjukkan, misalnya, Perairan Utara Sampang pada Sabtu berada dalam kondisi cerah berawan dengan gelombang sekitar 1,1 meter dan angin dari timur.

Baca juga  Catatan Merah 2 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf

Di Perairan Kepulauan Sapudi bagian selatan, BMKG memperkirakan kondisi berawan dengan gelombang sekitar 0,8 meter. Angin diperkirakan bertiup dari tenggara dengan kecepatan 12 knot dan hembusan hingga 21 knot.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan memperhatikan kondisi cuaca dan menjaga kebutuhan cairan selama periode panas. Warga di daerah rawan kebakaran juga perlu menghindari aktivitas yang dapat memicu api di lahan terbuka.

BMKG mengimbau masyarakat terus memantau pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini karena kondisi atmosfer dapat berubah secara lokal. Informasi resmi dapat diakses melalui kanal BMKG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *