Daerah  

Pemprov Jatim Salurkan 45 Tandon untuk 19.837 Warga Pasuruan Terdampak Kekeringan

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sarana air bersih untuk 19.837 warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Bantuan itu terdiri atas 45 tandon berkapasitas 1.200 liter dan 500 jeriken berkapasitas 15 liter.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau. Bantuan disalurkan ke empat kecamatan, yakni Lumbang, Pasrepan, Winongan, dan Kejayan.

“Bantuan Provinsi Jatim untuk Kabupaten Pasuruan 45 tandon dengan kapasitas 1.200 liter dan 500 jeriken berkapasitas 15 liter,” kata Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Senin, 7 September 2026.

Jumlah warga terdampak mencapai 6.556 keluarga. Kecamatan Lumbang menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 8.966 jiwa dari 2.923 keluarga. Disusul Pasrepan dengan 7.675 jiwa atau 2.603 keluarga.

Baca juga  Pemuda di Pasuruan Rekayasa Aksi Begal demi Tutupi Penjualan Motor

Adapun di Kecamatan Kejayan terdapat 1.743 jiwa atau 549 keluarga yang terdampak. Sementara di Kecamatan Winongan sebanyak 1.443 jiwa atau 481 keluarga.

Penanganan kekeringan di Lumbang juga diperkuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasuruan. BPBD mendistribusikan air menggunakan armada berkapasitas 6.000 liter, menyediakan tiga tandon berkapasitas 1.200 liter, serta 50 jeriken berkapasitas 15 liter.

Selain itu, BPBD menyiapkan tiga truk tangki yang masing-masing mampu mengangkut 6.000 liter air.

Khofifah mengatakan penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Menurut dia, dukungan Pemprov Jatim diperlukan untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

“Dari 24 kabupaten kehadiran Pemprov Jatim mensubstitusi apa yang sudah dilakukan Bupati Pasuruan dengan meluaskan sapaan agar pemenuhan kebutuhan mudah dijangkau,” ujar Khofifah.

Baca juga  Acara Peresmian Majlis Al-Fatih, Sucipto; Tidak Ada Alasan Untuk Kebaikan

Pemprov Jatim juga membagikan sembako di sejumlah titik terdampak. Bantuan logistik itu ditujukan untuk membantu keluarga yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh air bersih selama musim kemarau.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan terdapat delapan desa yang setiap tahun menghadapi persoalan kekeringan ketika musim kemarau. Menurut dia, distribusi air dan penggunaan tandon baru menjadi solusi sementara.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan, kata Rusdi, masih mencari solusi permanen agar persoalan kekurangan air tidak berulang setiap musim kemarau.

“Sudah minta tolong Gubernur Jatim, Insya Allah bantuan dari provinsi supaya delapan desa tidak lagi kekurangan air di saat musim kemarau,” kata Rusdi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *