PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di beberapa wilayah Indonesia dalam periode Ahad, 6 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga Senin, 7 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Karhutla masih menjadi salah satu bencana yang mendominasi laporan kejadian dalam periode tersebut. Sedikitnya empat daerah melaporkan kebakaran lahan dengan total area terdampak sekitar 16,05 hektare.
Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, karhutla terjadi di kawasan Bukit Talang, Desa Talang, Kecamatan Bayat, Ahad, 6 September, sekitar pukul 14.20 WIB. Kebakaran menghanguskan lahan seluas 2 hektare.
Tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten bersama petugas gabungan melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan pada Ahad sore sekitar pukul 16.30 WIB. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Desa Bentak, Kecamatan Kalijambe. Lahan seluas 4 hektare terdampak.
Petugas BPBD, TNI, Polri dan relawan melakukan pemadaman hingga api berhasil ditaklukkan pada hari yang sama.
Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, BNPB mencatat kebakaran terjadi di tiga desa yang berada di tiga kecamatan. Lokasinya meliputi Desa Gunung Wetan, Kecamatan Jatilawang; Desa Wlahar, Kecamatan Wangon; serta Desa Kalisube, Kecamatan Banyumas.
Total lahan yang terdampak mencapai 6,05 hektare. Petugas gabungan yang terdiri atas BPBD, dinas pemadam kebakaran, TNI, Polri, aparat desa dan masyarakat berhasil memadamkan api pada Ahad sekitar pukul 14.15 WIB.
Sementara itu, karhutla juga terjadi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Kebakaran dilaporkan terjadi di Kelurahan Padang Lambe, Kecamatan Wara Barat. BPBD setempat menyebut api cepat menyebar karena kondisi cuaca panas dan kering.
Sekitar 4 hektare lahan terdampak kebakaran. Api berhasil dipadamkan pada Ahad, 6 September.
Selain menangani laporan kejadian baru, BNPB bersama pemerintah daerah masih melakukan pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas. Keenam provinsi tersebut adalah Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar memperkuat sinergi dalam mencegah dan menangani karhutla, terutama selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang panas dan kering dapat mempercepat penyebaran api apabila kebakaran tidak segera ditangani.
Menurut BNPB, pemadaman sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas. Peran masyarakat dalam mendeteksi dan melaporkan titik api juga diperlukan untuk mempercepat penanganan di lapangan.




