Daerah  

DKUPP Probolinggo Catat 78.613 UMKM, Belanja ASN Capai Rp500 Juta per Bulan

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menyebut terdapat sekitar 78.613 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah terdaftar dalam aplikasi Sistem Manajemen Pengembangan UMKM Terpadu (SIMADU). Jumlah itu dinilai menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah.

Sugeng mengatakan pemerintah tidak hanya mendata pelaku UMKM, tetapi juga mendorong terciptanya transaksi langsung melalui program Bela Beli. Melalui program tersebut, aparatur sipil negara (ASN) didorong berbelanja produk UMKM di wilayah masing-masing.

“Setiap bulan ASN wajib berbelanja UMKM di masing-masing wilayah. Ini sudah melalui aplikasi SIMADU, sehingga setiap bulan bisa kami pantau berapa besar belanjanya masing-masing OPD pada UMKM,” kata Sugeng dalam workshop optimalisasi sarana prasarana pemasaran produk UMKM di aula RM Kebon Pring, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kamis, 17 September 2026.

Menurut Sugeng, nilai transaksi belanja ASN terhadap produk UMKM di Kabupaten Probolinggo berkisar Rp460 juta hingga Rp500 juta setiap bulan. Ia menyebut transaksi tersebut sebagai bentuk dukungan langsung pemerintah terhadap keberlangsungan usaha masyarakat.

Baca juga  Musim Panen Tiba, Pesta Mangga 2025 Hidupkan Ekonomi dan Wisata Kota Probolinggo

“Ini adalah sebuah dukungan real kepada teman-teman UMKM dan ini sudah berjalan kira-kira tiga tahun,” ujarnya.

Sugeng mengatakan program Bela Beli memiliki dasar kebijakan melalui keputusan Bupati Probolinggo. DKUPP juga melakukan pemantauan terhadap kepatuhan ASN dalam merealisasikan belanja produk UMKM melalui SIMADU.

Selain menjaga transaksi, DKUPP berupaya membangun komunikasi dengan pelaku UMKM untuk mengidentifikasi persoalan yang mereka hadapi. Pertemuan dan diskusi dilakukan untuk membahas peluang pendapatan, pemasaran, hingga cara memperkenalkan produk kepada konsumen.

Dalam workshop tersebut, sebanyak 25 pelaku UMKM menerima bantuan sarana prasarana pemasaran berupa etalase dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Sugeng bersama Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Haryo Bimo Bramantyo.

Baca juga  Kejagung Minta Kejati Cek Laporan SPPG Bermasalah, Bukan Pemeriksaan Nasional

Sugeng berharap bantuan tersebut tidak berhenti sebagai fasilitas fisik, tetapi digunakan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan omzet. “Kami berharap bantuan peralatan yang diberikan kepada pelaku UMKM dapat meningkatkan semangat dalam mengembangkan usaha. Peralatan tersebut diharapkan mampu menunjang proses produksi sekaligus mendorong peningkatan omzet dan pendapatan,” katanya.

Ia juga menyebut pemerintah daerah menyiapkan dukungan bagi UMKM dalam Festival Seven Beaches yang direncanakan berlangsung pada November mendatang. Festival itu akan menghadirkan pagelaran di tujuh pantai dan melibatkan pelaku UMKM dari wilayah sekitar.

“Pemerintah akan menyediakan fasilitas berupa tenda, meja dan kursi bagi UMKM yang berjualan di lokasi festival. Penempatan UMKM akan disesuaikan dengan wilayah masing-masing. Ini sekali lagi bagian dari dukungan pemerintah kepada panjenengan agar usaha semakin maju,” ujar Sugeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *