STJ Budi Santoso, Sosok di Balik Penguatan Profesi Geologi Indonesia

STJ Direktur Mind id.jpg

PILIHANRAKYAT.ID – Pengalaman panjang di industri pertambangan dan eksplorasi mineral mengantarkan STJ Budi Santoso, S.T., M.Econ.Geol., menjadi salah satu profesional yang berperan dalam pengembangan geologi Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri geologi dan pertambangan, ia tidak hanya berkiprah di sektor industri, tetapi juga aktif memperkuat organisasi profesi dan pengembangan ilmu geosains.

Saat ini, Budi Santoso menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID serta Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) periode 2023–2026.

Latar belakang pendidikannya dimulai dari Sarjana Geologi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Ia kemudian melanjutkan studi magister bidang Economic Geology di University of Tasmania, Australia. Bekal akademik tersebut menjadi fondasi perjalanan profesionalnya di berbagai perusahaan pertambangan internasional, termasuk Freeport-McMoRan, BHP Billiton, dan J Resources.

Pengalaman lintas perusahaan dan negara membentuk perspektifnya mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya mineral yang didukung kajian ilmiah, teknologi, tata kelola, serta prinsip keberlanjutan.

Baca juga  Rumah Bersama Advokasi Papua; Kami Mendesak Presiden RI

Di bidang organisasi, Budi memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI). Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal dan Ketua MGEI sebelum terpilih memimpin IAGI pada 2023. Melalui organisasi profesi tersebut, ia mendorong peningkatan kompetensi ahli geologi, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kontribusi geosains dalam pembangunan nasional.

Salah satu perhatian utamanya adalah menempatkan geosains sebagai dasar penting dalam penyusunan kebijakan publik, khususnya terkait tata ruang, pengelolaan sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, dan mitigasi bencana.

Dalam sebuah forum diskusi di Jakarta pada Januari 2026, Budi menekankan pentingnya pemanfaatan kajian geosains dalam proses pengambilan keputusan.

“Geosains harus digunakan sebagai salah satu referensi penting dalam penyusunan regulasi, baik dalam bentuk peraturan maupun keputusan, terutama yang berkaitan dengan tata ruang dan pengelolaan wilayah,” ujarnya.

Selain memperkuat profesionalisme ahli geologi, Budi juga mendorong regenerasi melalui kolaborasi antara praktisi, akademisi, dan mahasiswa. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting untuk menjawab tantangan sektor kebumian yang semakin kompleks.

Baca juga  Kemhan Kedatangan Uni Emirat Arab, Ini Harapannya.

Komitmen tersebut kembali tercermin dalam penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAGI ke-55 yang dirangkaikan dengan GEOSEA XIX Convention & Exhibition 2026 di Yogyakarta pada 2–5 November 2026. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi ahli geologi Indonesia dan Asia Tenggara untuk membahas pengelolaan sumber daya geologi, mitigasi bencana, serta pelestarian warisan geologi.

“Geologi berperan langsung dalam ketahanan energi, pengelolaan sumber daya mineral, mitigasi bencana, dan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, forum ini harus melahirkan gagasan yang dapat diterapkan,” ungkapnya.

Perjalanan akademik, pengalaman profesional, dan kepemimpinan organisasi menjadikan Budi Santoso bagian dari penggerak penguatan profesi geologi Indonesia. Melalui kolaborasi antara ilmu pengetahuan, industri, dan organisasi profesi, ia mendorong agar geosains tidak hanya berkembang sebagai disiplin keilmuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *