Daerah  

Dini Rahmania Desak Evaluasi Pasar Semampir, Nur Hasanah Siap Kawal ke Pemkab

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Kondisi Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang dinilai sepi aktivitas perdagangan menjadi perhatian Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo sekaligus anggota DPR RI, Dini Rahmania. Ia meminta pemerintah daerah segera mengevaluasi penggunaan lapak yang diduga beralih fungsi menjadi gudang.

Sorotan itu disampaikan Dini saat mengajak kader NasDem berbelanja kebutuhan sehari-hari di Pasar Semampir, Minggu (1/11/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong masyarakat agar ikut menghidupkan pasar tradisional dan membantu perputaran ekonomi pedagang kecil.

Dalam kegiatan itu, Dini memberikan uang kepada kader dan masyarakat yang diajak berbelanja untuk membeli kebutuhan langsung dari pedagang pasar. Namun, di balik kegiatan tersebut, ia mengaku prihatin melihat kondisi pasar yang tampak sepi.

Informasi yang beredar menyebutkan, sepinya aktivitas di dalam pasar salah satunya dipengaruhi banyaknya pedagang yang memilih berjualan di luar area pasar. Selain itu, sebagian lapak di dalam pasar diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan barang atau gudang.

Dini meminta anggota Fraksi NasDem di DPRD Kabupaten Probolinggo menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah daerah agar dilakukan pengecekan dan penataan kembali.

Baca juga  XOS 16 Resmi Diperkenalkan, Infinix Perkuat Integrasi AI di Android 16

“Kami akan meminta kepada kakak-kakak DPRD (Fraksi NasDem; Red) untuk menyampaikan ke Pemkab agar lapak-lapak yang ditutup dicek kembali. Kalau memang dijadikan gudang harus ditempatkan di tempat khusus, agar pasar berjalan sesuai fungsinya,” tegas Dini.

Menindaklanjuti sorotan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi NasDem, Nur Hasanah, menyatakan pihaknya akan mendorong evaluasi bersama melalui DPRD. Menurut dia, pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan ruang ekonomi yang menjadi sumber penghidupan banyak keluarga.

“Pasar tradisional itu bukan hanya tempat jual beli, tetapi ruang hidup ekonomi rakyat. Ada banyak keluarga yang menggantungkan penghidupannya di sana. Karena itu, persoalan lapak yang ditutup ini perlu segera ditindaklanjuti agar pasar bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar Nur Hasanah.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengecek kembali lapak-lapak yang ditutup. Jika memang digunakan sebagai gudang, menurut dia, perlu disediakan lokasi khusus agar ruang berjualan di dalam pasar tetap terjaga dan pedagang memiliki tempat usaha yang layak.

“Bagi kami, penataan pasar harus berpihak kepada rakyat dan pelaku pasar. Kami dari Fraksi NasDem akan menyampaikan hal ini melalui DPRD kepada Pemkab, dan kami siap ikut mengawalnya,” katanya.

Baca juga  Bahlil Menuai Sorotan Baru, Hanya Persolan Berjabatan Tangan

Nur Hasanah menegaskan, dorongan tersebut bukan untuk menyalahkan pihak tertentu. Ia menginginkan adanya evaluasi bersama agar persoalan penggunaan lapak mendapatkan solusi yang jelas dan tidak merugikan pedagang.

“Kami tidak dalam posisi menyalahkan siapa pun. Yang kami dorong adalah evaluasi bersama agar solusinya jelas dan pedagang tidak dirugikan,” tegasnya.

Di sisi lain, kegiatan belanja bersama yang digagas Dini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang warga yang ikut dalam kegiatan tersebut mengaku senang karena bisa berbelanja secara gratis sekaligus mendapatkan fasilitas transportasi.

“Mbak Dini emang Oyes. Semoga bisa diajak kembali,” ujar warga tersebut.

Dini dan Nur Hasanah berharap perhatian terhadap Pasar Semampir tidak berhenti pada kegiatan belanja bersama. Keduanya mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah daerah agar penataan lapak berjalan baik, pedagang mendapatkan tempat berjualan yang layak, dan pasar tradisional kembali berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *