Rumah Bersama Advokasi Papua; Kami Mendesak Presiden RI

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Sejak Pemerintah mengerahkan 6.000 personel yang dilatar belakangi oleh aksi demonstrasi anti-rasisme membuat keadaan Papua semakin memanas, sering terjadi bentrokan antara masyarakat dengan pihak keamanan pemerintah.    

“Kekerasan dan penganiayaan oleh pasukan keamanan terjadi hampir setiap hari, terutama di daerah-daerah yang diidentifikasi sebagai ‘ daerah merah ‘, istilah untuk daerah yang memiliki kerentanan tinggi dari aspek keamanan dan politik, seperti abepura, wamena, timika, deiyai, dll” tulis Rumah Bersama Advokasi Papua dalam rilisnya, Jakarta, 27 September 2019.

Untuk menanggapi situasi yang semkain memanas, LSM dan masyarakat sipil di Papua telah membentuk koalisi yang berfungsi untuk mengumpulkan fakta, informasi, memberikan bantuan kepada keluarga korban sekaligus bantuan hukum kepada orang-orang yang telah ditangkap sewenang-wenang oleh polisi.

Koalisi ini juga berkolaborasi dengan elemen masyarakat yang lain seperti Komunitas Hak Asasi Manusia di Jakarta

Baca juga  Baru Rilis Video Clip 'Deritaku', Akting Betrand Peto Bikin Netizen Banjir Air Mata

“Koalisi juga berkolaborasi dengan Jejaring Masyarakat Sipil dan Komunitas Hak Asasi Manusia di Jakarta” tambahnya.

Melihat situasi yang semakin memanas, ada beberapa masalah utama yang sedang dihadapi yaitu:

1) Konflik horizontal

Konflik sosial antara migran dan penduduk asli Papua adalah masalah yang tidak pernah dipertimbangkan secara serius oleh pemerintah. Dilaporkan bahwa kekerasan terjadi tidak hanya oleh pasukan keamanan tetapi juga oleh warga sipil.

Baca juga  Miris! Pimpinan KPK Perlu di Pertimbangkan Mengenai Usia yang Akan Dilantik

2) Pembunuhan di luar proses hukum, penganiayaan, penangkapan sewenang-wenang dan kriminalisasi terhadap pembela HAM dan aktivis politik.

Pembela Hak Asasi Manusia, yang mengadvokasi isu-isu hak asasi manusia sangat rentan dituduh melakukan tindak pidana. Polisi menuduh mereka melakukan hasutan, menyebarkan informasi palsu, dan pengkhianatan.

Baca juga  'Joker' Hadir di Sosialisasi Operasi Zebra Polresta Pekanbaru

3) Kebebasan pers dan Pembatasan Hak atas kebebasan berekspresi dan berserikat

Setelah gelombang demonstrasi anti-rasisme terjadi di hampir semua wilayah di Papua dan akhirnya menimbulkan kerusuhan, polisi mengumumkan larangan terhadap semua bentuk kegiatan yang mengumpulkan massa dan / atau demonstrasi meskipun kegiatan tersebut dilakukan dengan damai dan tidak secara politis.

4) Tidak ada skema resolusi perdamaian dan konflik di Papua

Sampai sekarang, Jakarta belum menunjukkan tanda-tanda yang jelas dalam mengembangkan skema konflik dan resolusi perdamaian di Papua.

Untuk mendorong kepastian perlindungan HAM dan terwujudnya perdamaian di Papua, kami mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera :

1. Menarik mundur semua pasukan BKO Polri dan TNI dari Papua dan Papua Barat.

2. Membebaskan semua tahanan politik

3. Memerintahkan Kepolisian untuk menghentikan penangkapan-penangkapan.

4. Berikan Akses untuk Pengacara atau Pendamping hukum para tahanan di Papua dan Jakarta

5. Hentikan Pendekatan Keamanan yang Represif di Papua

6. Kembalikan Hak Berekspressi terhadap Orang Papua dan hentikan pemblokiran terhadap akses atas informasi di Papua. (Cipto/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

DPD KNTI Tanjungbalai sesalkan Tidak Semua Nelayan Tradisional Mendapatkan Asuransi Nelayan

PILIHANRAKYAT.ID, Sumatera Utara-Senin Tanggal 4 Oktober PLT Walikota memimpin Apel pagi sekaligus pemberian asuransi ramayana untuk nelayan...

BEM PTAI : Tidak Masuk Akal TNI Disusupi PKI, Masyarakat Sudah Cerdas

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia (BEM PTAI) bersilaturahmi dengan Panglima Kostrad Letjen...

Kiai Said: Kekayaan Simbol dan Kultural NU Intrumen Gerakan Revolusi Mental

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Penggerak Pemimpin Agama Pelopor dan Penggerak...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...