PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa dengan mengukuhkan pengurus 18 ranting se-Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Pengukuhan yang dirangkai dengan musyawarah dan dialog kader itu berlangsung di Cafe Dam 8, mulai pukul 09.00 WIB.
Delapan belas ranting yang dikukuhkan berasal dari Desa Satreyan, Suko, Sumberpoh, Sumberdawe, Wonorejo, Puspan, Pegalangan Kidul, Brabe, Brani Wetan, Brani Kulon, Ganting Kulon, Brumbungan Kidul, Ganting Wetan, Gerongan, Kedungsari, Maron Kidul, Maron Kulon, dan Maron Wetan.
Prosesi diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKB. Selanjutnya, Koordinator Dapil 3, Badrul Kamal, membacakan nama-nama ketua ranting sebelum pengukuhan dilakukan. Perwakilan ketua dari masing-masing desa kemudian dipanggil satu per satu untuk mengikuti prosesi pelantikan.
Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Dapil 3, Gus Muhammad Al Fatih, mengingatkan bahwa pengurus ranting bukan sekadar pelengkap struktur partai. Mereka merupakan ujung tombak organisasi sekaligus penghubung antara PKB dan masyarakat di tingkat desa.
Gus Fatih meminta para pengurus tidak ragu berkomunikasi dengannya apabila menemukan persoalan warga yang membutuhkan perhatian. Ia bahkan mempersilakan kader menyimpan nomor kontaknya untuk memudahkan koordinasi, termasuk menyangkut persoalan infrastruktur.
“Kalau ada keperluan apa pun, silakan simpan nomor saya. Misalnya ada jalan rusak dan perlu dibantu, silakan hubungi saya,” ujar Gus Fatih.
Selain memperkuat pelayanan kepada masyarakat, ia mengajak kader menjaga soliditas organisasi dan mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik mendatang. Gus Fatih menyatakan optimistis PKB mampu meraih kemenangan pada pemilu berikutnya.
Koordinator Dapil 3, Badrul Kamal, menyoroti pentingnya mengubah persepsi masyarakat terhadap politik. Menurut dia, politik tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang kotor, melainkan sebagai jalan untuk merangkul warga dan menghadirkan manfaat.
“Kenapa harus berpolitik? Mindset yang beredar di desa ini sudah kotor. Padahal, tugas teman-teman adalah merangkul dan memberi manfaat bagi masyarakat. Politik PKB adalah politik kehadiran,” kata Badrul.
Ia menegaskan, keberadaan pengurus ranting harus dibuktikan melalui kerja nyata, bukan sebatas nama dalam susunan kepengurusan. Para kader diminta aktif mendengarkan persoalan warga, menyerap aspirasi, serta memperjuangkannya melalui jalur organisasi.
Dalam sesi diskusi, sejumlah ketua ranting menyampaikan aspirasi mengenai pendampingan dari pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB. Mereka berharap jajaran pengurus cabang dapat turun langsung ke desa untuk mendampingi sosialisasi program partai sekaligus menyerap kebutuhan masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Gus Fatih mempersilakan pengurus ranting menyampaikan kebutuhan pendampingan secara langsung. Ia juga membuka komunikasi bagi kader yang menemukan persoalan sosial, termasuk keluhan warga dalam kategori desil 5 ke bawah. Menurut dia, PKB telah mengawal sejumlah persoalan masyarakat dan siap menerima aspirasi dari tingkat desa.
Prosesi pengukuhan dan pelantikan dipimpin Gus Asnawi Najib, pengurus cabang PKB Kabupaten Probolinggo. Ia mengapresiasi terbentuknya kepengurusan 18 ranting tersebut dan menilai penguatan struktur hingga tingkat desa menjadi bagian penting dalam membangun organisasi. Kegiatan ditutup dengan doa bersama.
Melalui pengukuhan ini, PKB berharap seluruh pengurus ranting di Kecamatan Maron tidak hanya memperkuat konsolidasi internal, tetapi juga mampu membangun kedekatan dengan masyarakat. Tantangannya adalah membuktikan bahwa kehadiran partai di desa dapat dirasakan melalui pelayanan dan perjuangan atas kebutuhan warga.




