PILIHANRAKYAT.ID, Riau-Sekelompok Mahasiswa Riau yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau menggelar aksi turun jalan di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (16/9).
Massa aksi mendesak Gubernur Riau Syamsuar untuk mencabut izin perusahaan pembakar hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap yang melanda Riau.
Massa aksi juga membawa atribut dan spanduk yang bertuliskan tuntutan “Turunkan Gubernur Riau. Copot Kapolda Riau!! Tangkap Korporasi.”
Ikhwansyah selaku koordinator aksi, menyebut Gubernur Riau tak becus dan tak serius dalam mengatasi karhutla dan asapnya.
“Ketika Masyarakat Riau terkena ISPA, beliau masih sempat-sempat ke luar negeri, ke Thailand yang katanya urusan kementerian yang harusnya tidak pergi,” kata dia, saat ditemui di sela-sela aksi.
Bisa dibilang aksi protes ini sangat massif, ratusan massa aksi juga membakar ban untuk kemudian berorasi meneriakkan tuntutan-tuntutannya.
Tidak hanya itu, aksi saling dorong pun tak terelakan saat mahasiswa memaksa masuk ke Kantor Gubernur Riau dengan pihak keamanan yang telah berjaga-jaga.
“Kami mengecam seluruh bentuk tindakan pelanggaran pembakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kerusakn lingkungan dan menimbulkan asap yang menyelimuti Provinsi Riau,” tegas Ikhwansyah.
Massa aksi juga menuntut penegak hukum memberikan sanski kepada korporasi yang terlibat kebakaran hutan dan lahan untuk menanggung seluruh kerugian masyarakat Riau.
Terakhir, mereka menuntut Presiden dan Kapolri mencopot jabatan Kapolda Riau dari jabatannya karena dianggap gagal menangani kasus kebakaran hutan dan lahan.
Dihimpun dari situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bmkg.go.id, untuk kualitas udara di Pekanbaru pada pukul 11:00 WIB tercatat konsentrasi PM 10 pukul berada di angka 253,11 μgram/m3 atau dalam kategori tidak sehat.
Meskipun beberapa hari lalu KLHK telah menyegel lahan perusahaan kelapa sawit milik Malaysia, PT Adei Plantation and Industry (AP). Penyegelan itu dalam rangka penyelidikan kasus dugaan pembakaran lahan gambut di Kabupaten Pelalawan, Riau. (Noeris/PR.ID)




