PILIHANRAKYAT.ID, Pesantren jadi solusi kekacauan ahlak pada bangsa Indonesia hari ini. Dan itu sudah sering di sosialisasikan oleh Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, gagasan itu yang akan memberikan perubahan ahlak pada bangsa ini.
Yang memperkuat asumsi yang akrab disapa Cak Imin itu, bahwa dari awal sudah banyak yang menentang karena dianggap negara tidak perlu ikut campur dalam urusan pesantren.
“Tapi alhamdulillah karena doa para kiai, masyayih, dan santri, akhirnya pengesahan UU Pesantren berjalan dengan mulus dan semua fraksi di DPR setuju. Di saat semua pihak terkonsentrasi tertuju pada RUU yang lain, UU Pesantren dengan mudah disahkan dan tak ada lagi kontroversi. Ini membuktikan pada akhirnya semua sadar bahwa pesantren menjadi solusi atas gegap gempita kekacauan akhlak kehidupan bangsa ini,” tutur Cak Imin yang belakangan akrab disapa Gus Muhaimin dalam keterangannya, Sabtu (12/10/2019).
Cak Imin mengatakan bahwa, itu di sela penandatanganan prasasti Pondok Pesantren Peradaban Dunia Jagat Arsy sebagai Pesantren Nahdlatul Ulama (NU). Gus Muhaimin yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hadir didampingi Ketua DPP PKB Lukmanul Khakim.
Cak Imin menambahkan bahwa pengesahan UU Pesantren merupakan berkah yang patut disyukuri oleh semua pihak, terkhusus seluruh kalangan pesantren di Indonesia. Menurutnya capaian ini akan menjadi sejarah untuk dunia pesantren yang lebih baik dan bermanfaat untuk kehidupan di hari ini dan di masa yang akan datang.
Sebelumnya, dalam berbagai kegiatan yang dihadirinya, Cak Imin juga selalu mensosialisasikan UU Pesantren, baik kepada kalangan pesantren maupun kepada para kader PKB di berbagai daerah.
Kehadiran Cak Imin di pesantren yang terletak di Komplek Nusaloka BSD Sektor 14-6, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, Banten itu disambut jajaran pengurus dan ratusan santri. Tampak pula Mursyid Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah Abah Aos, Pengasuh Pesantren Jagat Arsy KH. Budi Rahman Hakim atau akrab disapa Abah Jagat.
“Jangan ingat masalah nanti jadi bermasalah. Jangan ingat penyakit nanti menjadi sakit,” kata Gus Muhaimin mengutip perkataan Abah Jagat dari Abah Aos.
Sebelum penandatanganan prasasti dimulai, Cak Imin beserta rombongan sempat mengikuti Manaqib Syeikh Abdul Qodir al-Jailani. Manaqib ini dipimpin langsung Abah Aos yang bernama lengkap Sayyidina Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Alqodiri Annaqsyabandi Almuttaqi Almujaddid Almuwaffaq Almahdi Alqthub Assomadani.
Sementara itu, Ketua DPP PKB Lukmanul Khakim mengatakan, UU Pesantren yang disahkan pada sidang paripurna, 24 September 2019 lalu, menjadi kado istimewa bagi umat Islam, terutama para kiai dan santri se-Indonesia. “Kami bersyukur akhirnya RUU Pesantren sudah disahkan menjadi UU,” paparnya. (Rifa’i/PR.ID)




