News  

Nggak Nyangka, Bayi Kartika Putri Mengidap Penyakit Kuning

Kartika Putri & Habib Usman bin Yahya, (Foto: grid.id)
Kartika Putri & Habib Usman bin Yahya, (Foto: grid.id)

PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA –  Kartika Putri dan Habib Usman bin Yahya, baru saja melahirkan anak pertamanya, Syarifah Khalisa Aghniya Bahira, pada 18 Oktober 2019 lalu.

Namun, selang seminggu lebih setelah kelahirannya, sang bayi ternyata memiliki penyakit kuning atau bilirubin.

Mulanya, Kartika Putri sudah curiga lantaran sang bayi berwarna kuning. Tetapi, orang-orang sekitar berusaha menenangkannya dan mengatakan kondisi sang anak masih wajar.

Di samping itu, tak ada tanda-tanda sang anak memiliki penyakit kuning.

Baca juga  Laga Persebaya vs PSS Sleman Berakhir Ricuh, Ini Respon Walikota Risma

“Aku pribadi merasa bayinya kuning pas dari lahir. Pada nanya sama sekeliling, ‘Ah nggak apa-apa normal’,” cerita Kartika Putri saat ditemui awak media bersama sang suami di kawasan Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu (27/10/2019).

“Terus katanya pas bayi kuning, bilirubin-nya tinggi, males susu, tidur aja. Tapi kalau Khalisa tuh, bagus, susunya bagus. Check up juga check up biasa saja, kan lahirannya di rumah,” lanjutnya.

Kemudian, selang beberapa hari setelah bayinya lahir dan dilakukan pemeriksaan, barulah diketahui bahwa kesehatan sang anak tidak sedang baik-baik saja.

Baca juga  Presiden Menerbitkan Grasi, Ray Rangkuti; Presiden Jokowi Tidak Komitmen Dalam Membasmi Orang Korupsi

“Dari hari Rabu, itu (tubuh bayinya) sudah kuning, hari Kamis juga kuning. Pas hari Jumatnya sudah mulai dipegang tuh kuning banget. Sabtu kita periksa ke rumah sakit. Kata dokter harus periksa darah. Akhirnya kita periksa darah, diambil darahnya,” ungkap Habib Usman bin Yahya.

Memgetahui hal itu, sontak saja Kartika Putri histeris, kenapa itu bisa terjadi.

“Heboh banget, ibunya udah nangis, nggak tega, kasihan, ngelihat anaknya diambil darah. Pas periksa darah, lihat hasilnya bilirubin-nya tinggi 17,” tukas Habib Usman bin Yahya. (Nolhe/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *