PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Dunia seni Indonesia kembali dirundung kabar duka usai Radhar Panca Dahana sastrawan dan budayawan tutup usia diumurnya yang menginjak 56 tahun.
Radhar meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, karena penyakit jantung yang dideritanya.
Menurut rencana sang maestro akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/4/2021).
Hal tersebut diungkapkan oleh Ratih, adik kandung Radhar Panca Dahana, saat ditemui di rumah duka di Jalan Vila Pamulang Blok CF 3 Nomor 3, Tangerang Selatan.
” Radhar Panca dikenal sebagai salah satu seniman yang aktif memperjuangakan nasib Taman Ismail Marzuki (TIM). Selain dia juga tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM. Terlebih, Radhar Panca menyoroti rencana pengelolaan TIM yang dibuat oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Radhar Panca Dahana lahir di Jakarta, 26 Maret 1965. Semasa hidupnya, sejumlah buku telah ia tulis, mulai dari naskah drama, esai, puisi, hingga cerita pendek.
Adapun sejumlah buku pernah ditulis, yakni Lalu Waktu (1994), Dusta dan Kebenaran dalam Sastra (2001), Homo Theatricus (2001), Menjadi Manusia Indonesia (2001), Lalu Batu (2003), Jejak Posmodernisme (2004), dan Cerita-cerita dari Negeri Asap ( 2005).
(RED/PR.ID)




