News  

Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Rekor Baru Cadangan Pangan Pemerintah

PILIHANRAKYAT.ID, Karawang-Perum BULOG mencatat tonggak baru dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, stok beras nasional yang dikelola perusahaan tersebut menembus angka 5 juta ton. Capaian itu dinilai mempertegas peran negara dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, hingga Kamis pagi, stok beras yang tersimpan di gudang BULOG mencapai 5.000.198 ton. Menurut dia, angka tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak dalam memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga.

“Pencapaian ini bukan sekadar angka, tetapi wujud komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” kata Rizal saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam inspeksi mendadak di Gudang Filial BULOG Cabang Karawang, Jawa Barat.

Baca juga  Peringati Hari HAM Internasional, Mahasiswa dan Buruh Aksi di Depan Istana

Ia menilai stok yang besar menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, mulai dari gangguan produksi akibat cuaca hingga potensi gejolak harga di pasar. Dengan cadangan yang cukup, pemerintah dinilai memiliki ruang intervensi lebih kuat apabila terjadi kenaikan harga beras di masyarakat.

Peningkatan stok beras BULOG terjadi di tengah musim panen raya di sejumlah daerah. Pemerintah dalam beberapa bulan terakhir mendorong percepatan penyerapan gabah dan beras dari petani domestik guna memperkuat cadangan nasional sekaligus menjaga harga di tingkat petani.

Baca juga  Petik Laut! Gus Haris Mendoakan Masyarakat Nelayan Probolinggo

Keberhasilan menembus angka 5 juta ton juga dipandang sebagai indikator membaiknya tata kelola cadangan pangan pemerintah. Selama ini, kapasitas stok beras kerap menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan kemampuan negara menjaga ketahanan pangan nasional.

Dengan capaian tersebut, BULOG kini memiliki bantalan cadangan yang lebih besar untuk menghadapi kebutuhan distribusi bantuan pangan, operasi pasar, maupun antisipasi kondisi darurat pada bulan-bulan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *