PILIHANRAKYAT.ID, Jepara-Kemarau yang melanda Jepara cukup ekstrim, sampai saat ini sekitar ada 23.790 jiwa yang terdampak kekeringan. Bahkan dalam keterangan warga sudah tiga pekan sumur mereka kehabisan air.
BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menyebutkan puluhan ribu warga tersebut tersebar di 25 desa di Jepara, dan sejauh ini pihaknya telah berupaya menyalurkan air bersih.
“Jumlah itu terbagi 464 tangki yang sudah kami salurkan. Kalau data yang masuk ada 25 desa dan sekitar 23.790 jiwa yang terdampak kekeringan,” ujar Arwin kepada wartawan, Senin (21/10/2019).
25 desa yang kekeringan diantaranya adalah Desa Blimbingrejo, Tunggulpandean, Dorang, Bategede, Ngetuk, Raguklampitan, Pendem, Bucu, Kunir, Jlegong, Kedungmalang, Karangaji, Tedunan, Kaliombo, Mayong Kidul, dan Pancur.
Selain itu, sejumlah warga di luar daerah yang terdata juga mengalami kesulitan air bersih. Di antaranya warga di Desa Kedungsarimulyo dan Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan.
Jauharudin (25), warga Kalipucang Wetan mengatakan bahwa sumur miliknya sudah kering dan untuk kebutuhan makan dan minum, ia memilih untuk membeli di warung. Sedangkan untuk kebutuhan mandi, keluarganya harus mengungsi di rumah kerabat.
“Tidak bisa memasak, jadi beli nasi di warung. Kalau mandi mengungsi di rumah kerbat yang punya sumur bor,” terangnya.
Sedangkan warga lainnya, Handayani (21), yang tinggal di Desa Kedungsarimulyo menambahkan desanya merupakan perbatasan dengan Kabupaten Demak. Tiap musim kemarau, dia mengaku kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kalau sudah lebih dari tiga bulan kemarau, sumur-sumur banyak yang kering. Kalau ada airnya sedikit,” tambahnya.
(Anwar/PR.ID)




