PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Warga Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo pada Rabu, 28 Januari 2026. RDP tersebut membahas banjir yang kerap berulang dan semakin meresahkan warga, khususnya di Dusun Sumber Banger.
Dalam forum itu, warga menyampaikan kondisi sungai yang dinilai mengalami pendangkalan serta jembatan di Dusun Sumber Banger yang kerap menjadi titik tersangkutnya sampah. Saat hujan deras, tumpukan sampah dan material kayu di bawah jembatan menyebabkan aliran air tersendat dan meluap ke permukiman warga.
Selain meminta perbaikan jembatan, warga secara tegas mengusulkan dilakukan normalisasi sungai di wilayah Dusun Sumber Banger. Menurut warga, normalisasi menjadi langkah mendesak agar daya tampung sungai kembali optimal dan banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Warga juga meminta Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo melakukan kroscek ke wilayah hulu sungai. Mereka mempertanyakan apakah kawasan hutan di bagian hulu masih berfungsi sebagaimana mestinya atau telah mengalami alih fungsi lahan yang berdampak pada meningkatnya debit air ke wilayah hilir.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo, Mochammad Al Fatih, merespons sigap aspirasi yang disampaikan warga. Ia memastikan Komisi III akan menindaklanjuti seluruh usulan warga Desa Opo-opo, baik terkait normalisasi sungai maupun pengecekan kondisi kawasan hulu.
Menurut Al Fatih, langkah awal akan dilakukan dengan pengecekan langsung ke lapangan. “Besok, Kamis 29 Januari, kami akan melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum dilakukan normalisasi,” ujarnya saat RDP berlangsung.
Ia menambahkan, untuk penanganan jangka panjang, Komisi III akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna memastikan tidak ada persoalan lingkungan di kawasan hulu. “Kami bersama OPD terkait akan mengecek apakah di kawasan hulu tidak ada masalah atau justru ada masalah yang menjadi penyebab banjir di wilayah hilir,” katanya.
RDP tersebut diharapkan menjadi pintu masuk penanganan banjir yang lebih menyeluruh, mulai dari pembenahan infrastruktur sungai hingga evaluasi kondisi lingkungan di kawasan hulu, agar bencana serupa tidak terus berulang di Desa Opo-opo.




