Cerpen  

Gloomy Sunday*

Oleh Selman Manrifaivsky**Lelaki itu bersiap-siap seperti hendak keluar dari kamarnya. Gelisah. Sesekali diam menghadap cermin. Suram wajahnya. Ia melangkah mendekati jendela dan menyingkap kelambu. Menatap jauh ke depan. Matanya kosong….

Cerpen  

Percakapan Senja yang Patah

Oleh Achmad Sulaiman Menjelang senja sesuatu terjadi dalam sekejap rasa dan prasangka yang menjalar ke syaraf-syaraf otak. Tak berhenti menusuk-nusuk pikiran dan perasaan. Semacam ada luka semacam nyeri akan muntah…

Cerpen  

Catatan Cinta Pengobral Puisi

Cerpen Sulaiman Achmad “Pada akhirnya, kita akan menulis sejarah kita masing-masing.” Kalimat itu lepas seketika dari mulutku di atas meja kopi. Kalimat itu pun langsung sampai di gendang telinga kawan…

Cerpen  

Cerpen “Terakhir”

Karya; Ali Munir Sangkakala Pagi itu begitu cerahnya, bersinar menelusup jendela rumah-rumah warga. Amin terbangun dari tidurnya, mengedip matanya yang sayu setelah bermimpi semalam. Perlahan dia gerakkan tubuhnya yang kaku,…

Cerpen  

Selendang Penjemput Impian

Oleh: Achmad Sulaiman Sesekali aku menyesal, menangis ketika melihat sosok selendang tergeletak di lemari, terlipat rapi di antara tumpukan-tumpukan kain yang kapan saja membungkus tubuhku sesuka hati. Tentu kalian bertanya,…

Cerpen  

Penantian Silvana

Cerpen Hatim Achmad Rifaie “Leman! Nanti malam bangunkan aku jam 00:00.” Aku terkejut menerima SMS dari nomor baru tanpa nama. Spontan. Tiba-tiba aku bermain-main di masa lalu. Sedang menoreh sepenggal…

Cerpen  

Surat Dari Sebrang

Fiksimini Didik Hariyanto   ”Awal dari segalanya, maafkanlah segala salah dan dosa-dosa. Sebab tiada kata yang paling agung kecuali kata maaf yang tulus dan ikhlas. Selajutnya, semoga Allah selalu bersamamu, memberkahi…

Cerpen  

Moli Dan Poppy

Cerpen Vie Chandra Moli, perempuan anggun asli Jogja. Ia hidup dalam keluarga kaya. Bapaknya seorang pengelola Hotel berbintang dan Ibunya pemilik toko Busana Batik. Moli anak kedua dari dua bersaudara….

Cerpen  

Rahasia Alin

Oleh: Dwi Intan Humaira Seperti malam-malam sebelumnya, mendung tebal menitikkan hujan rintik. Hawa setengah dingin perlahan menyusupi pori-pori yang kaku dan dibaluti perasaan tak menentu. Sunyi mengiris gelak tawa dan…

Cerpen  

Pesona Kartini

Cerpen: Novela Nian – Lamongan Kini Ratih sendiri. Kehidupannya telah tertelan sepi. Sepi yang keji, yang membawanya pergi dari mimpi-mimpi. Ratih hanya bisa mencecap kenangan dulu sebelum ombak Tambak Lorok…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.