Cerpen Dwi Intan Humaira Najwa, masih ingatkah kamu dengan puisi yang terpajang di majalah dinding edisi Valentine waktu kita SMA dulu? Puisi itu bertulis nama khas pengarang yang tidak asing…
Sastra
Pisau Ingatan Bulan April (Bagian Kedua)
Karya: Didik Hariayanto Aku sudah berjanji dengan diriku sendiri dan aku sudah menceritakannya pada orang-orang. Bahwa aku punya impian kepadamu. Aku ingin membagi semua pengalamanku padamu. Surat-surat ini, hanya berisi…
Puisi Pilihan Karya M. Choirudin | Aku dan Enam Lainnya | Kau Yang Bertahta di Puncak Himalaya | Roman Secangkir Sukop
Aku dan Enam Lainnya Panas tengah hari semakin memuncak diatas mahkotaMenghasilkan sebuah kemalasan bercampur dalam satu komposisi Disini tak sama saat ku berada kemarinDalam tembok-tembok kesunyianDi bawah atap-atap keilmuan Aku…
Maya Bunda Yana
Cerpen: Baron van Warno Oktaviana Maya Dewi, namamu masih melekat di dinding ruang ingatan, utuh. Sebagaimana waktu dulu, ketika kau masih menjadi Mahasiswi dan aktif di pergerakan. Jika aku mampu…
Pisau Ingatan Bulan April (Bagian Pertama)
Surat Cinta Didik Hariayanto Bulan April tahun 2013 hari ke-14, aku mengingatmu menjelang hari ke-15 dimulai. Gerimis tipis tengah malam ini, aku ingat lagi padamu. Ingatan yang tak akan kunjung…
Puisi Pilihan di Perantauan Karya Ali Munir Sangkakala
Ibu Malam beranjak bersama sepiKidung rembulan memecah sinarBintang gemintang yang menghiasMenghibur deru sunyi sang singa Sejenak anganku berlabuh bersama masa laluMasa yang kelam, saat aku kehilangan ibuIbuNama itu yang menghantuiku…
Puisi Penyair Bermimpi | Besok | Disuka yang Lain | Karya Matroni Muserang
Penyair Bermimpi bergelayut bergantung keagunganmenjelajah jauh melintasi sekat waktu Yogyakarta, 2010 Besok Pagi membangunkan benih-benih rinduYang menjelma keterpurukan waktu Culas-culas matahari menyisakan peristiwa Kupersiapkan jiwa di bius tenangKupersiapkan otak dibius…
Puisi Pilihan : Kuciptakan Sunyi Dalam Puisi | Aku Ingin | Suka
Kontributor: Matroni Muserang Kuciptakan Sunyi Dalam Puisi detik menjadi raba-raba, sarau-surau berisi rasadi bidang yang tak terbaca senja yang mengantar malam jiwa yang menyambut kegelapan gelap yang menyelimuti kehausan aku tersesat memberi…
Puisi Pilihan Moh. Ghufron Cholid: Gunung Kunci Bersamamu Win | Jerebu | Ketika Hati Meminang | Sebab Bumi Adalah Cinta
Gunung Kunci Bersamamu Win : Windu Mandela pohon-pohon nurani tegak berdiriairmata dan darah jadi penandabetapa merdekatak dapat digenggam tangan putus asa gunung kuncidi tanahmu sumedang, tegak berdiri tangga-tangga juangtelah mengusir linang…
Kesenian Yang Menderita
Oleh: Matroni Muserang* Awal-awal saya di Yogyakarta, kota Istimewa ini tak sepi dari pertunjukan kreativitas seniman, teater, dan pertunjukan kesenian lainya, mulai dari acara pembacaan puisi, musikalisasi puisi, tadarus budaya,…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
