Kuciptakan Sunyi Dalam Puisi
detik menjadi raba-raba, sarau-surau berisi rasa
di bidang yang tak terbaca
senja yang mengantar malam
jiwa yang menyambut kegelapan
gelap yang menyelimuti kehausan
aku tersesat memberi alamat
untuk bermalam bersama puisi di ranjang kelembutan
bermesraan di hidangan masa
entah sikap apa yang tak mau bercerita kehidupan
terlalu gelap atau ia sering kecapean
karena semesta sering tak bersahabat
lalu, untuk siapa lampu menyala dan sepi menganga
menyamai ketakhadiran
Yogyakarta, 2010
![]() |
| Ilustrasi: Sunyi Sendiri oleh Selendang Sulaiman, via Paint |
Aku Ingin
Aku ingin hidup damai
Bersama langit dan bumi
Hujan turun, jernih
Puisi menggetarkan semesta
Gemuruh ombak langit para penyair
Yogyakarta, 2010
Suka
aku suka gerak senyummu
di wajahmu ada dua jerawat di dagu bagian kiri
satunya persis di sebelah bibir kananmu
langit bertanya pada bulan
seberapa indah jerawatmu
senyummu tak membuat matahari layu
akan keramat jiwa dalam mengikuti lekukan bibirmu
aku suka kau pakai celana ketat dan pendek
kulihat garis-garis rahasia menjadi bumbu
di balik bokongmu yang indah
seakan tersirat pesan Tuhan
untuk dinikmati menjadi kata-kata
sinar bulan menyiratkan pesan yang tercetak imajinasi
entah bagaimana ketika harus bersentuhan
apakah garis-garis itu masih ada
atau hanya simbol eksistensi
yang tak bisa aku raba dengan imaji
kurangkai segala cara
kuteliti segala bahasa
untuk mengungkap rumah rahasia
yang tercetak celana-celana bangsa
Yogyakarta, 2010
Matroni Muserang, lahir di Banjar Barat, Gapura, Sumenep, Madura. Alumni al-Karimiyyah dan Al-In’An, Aktif menulis di banyak media baik lokal maupun nasional. Buku antologi puisi bersamanya adalah “Puisi Menolak Lupa” (2010), “Madzhab Kutub” (2010), Antologi Puisi Festival Bulan Purnama Majapahit Trowulan (Dewan Kesenian Jatim, 2010). Suluk Mataram 50 Penyair Membaca Jogja (2011), Menyirat Cinta Haqiqi (temu sastrawan Nusantara Melayu Raya (NUMERA, Malaysia, 2012), Rinai Rindu untuk Kasihmu Muhammad (2012), Satu Kata Istimewa (2012), Sinopsis Pertemuan (2012), dan Flows Into The Sink, Into The Gutter (2012, dua bahasa, Ingris-Indonesia), Sauk Seloko (PPN VI Jambi 2012). Kini mukim di Madura sebagai Dosen pada Universitas Wiraraja Sumenep.





