Ditolak Ormas Saat Musda di Tegal, FPI Mengaku Dijamin Konstitusi

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Tegal-Front Pembela Islam (FPI) ditolak oleh sejumlah ormas saat mau menyelenggarakan Musyawarah Daerah ke-2 di Tegal, Jawa Tengah.

Mereka yang menolak antara lain Banser Ansor, Garda Bangsa, Patriot Garuda Nusantara, Forum Pondok Pesantren, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tegal.

Akan tetapi FPI tetap berharap acara tersebut dapat dilakukan karena FPI adalah organisasi yang dilindungi konstitusi.

“FPI adalah organisasi yang dijamin konstitusi yakni UUD 1945 pasal 28E ayat tiga,” ucap Ketua Bidang Hukum dan Advokasi FPI Jawa Tengah Zaenal Abidin Petir dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Minggu (27/10/2019).

Baca juga  Umat Islam Diajak Kedepankan Rahmah dalam Melihat Keragaman

Sementara, lanjutnya, UU itu mengatur bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Terlebih, kegiatan Musda itu dalam rangka pemilihan pengurus  dan menyusun program kegiatan sehingga penting untuk dilaksanakan.

“FPI bukan organisasi terlarang, bukan organisasi yang menganut paham komunis. FPI justru dijamin konstitusi. Musda merupakan aturan AD/ART yang harus dijalankan untuk memilih pengurus dan menyusun program sehingga penting serta harus dilaksanakan,” terang Zaenal.

Baca juga  Tiga Nilai Budaya Untuk Menjadi Manusia Luhur
Baca juga  Pejabat TP4D di OTT Oleh KPK, Ini Sebabnya

Kepada aparat keamanan khususnya Polri, Zaenal mengingatkan untuk tidak melarang penyelenggaraan Musda FPI Jateng. Zaenal meminta Polri turut menjaga agar kegiatan berlangsung aman dan lancar.

“Penolakan itu biasa terjadi di mana-mana. Yang pasti Polri tidak berhak melarang namun justru harus ikut menjaga agar kegiatan tersebut berjalan lancar. Tugas polisi sebagaimana UU 2 adalah menjaga keamanan dan ketertiban umum. Jadi yang sedang Musda, dalam hal ini FPI, merasa aman dan masyarakat sekitar juga nyaman,” ujarnya.

Rencananya Musda kedua FPI Jawa Tengah diadakan di Majlis Taklim Al Hikmah Lil Habib Baqir, Ketitang, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.

(Anwar/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Pratikno, Resmi Ganti Nama Tol Jakarta Cikampek II Menjadi MBZ

PILIHANRAKYAT.ID. Jakarta-Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) resmi berganti nama menjadi jalan tol layang Mohamed Bin Zayed, pada...

PSTI DIY Gelar Rakerda, LTAD Jadi Fokus Garapan

PILIHANRAKYAT.ID, Jogja – Pengurus Daerah Persatuan Sepaktakraw Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2021- 2025 terus bergerak. Setelah...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

250 Juta Harga Jabatan di Kudus

PILIHANRAKYAT.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebelumnya telah menangkap Bupati Kudus, Muhammad Tamzil terkait kasus “jual-beli Jabatan” terus menelusuri dan memeriksa sekda dan...