Gerbang Tani DIY Minta Pemerintah Kontrol Harga Pakan Ternak

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta-Menurunnya penjualan ternak selama pandemi covid-19 dan kenaikan harga pakan yang diberlakukan oleh perusahaan penyedia pakan menyebabkan peternak merugi. Harga pakan ternak dalam 4 bulan terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Bahkan ada yang nekad membuang telur-telur tersebut karena harga jual yang lebih rendah dibanding harga produksi.

Ketua DPW Gerbang Tani DIY Mohammad Rosul menilai, ada beberapa faktor kenaikan harga pakan, diantaranya kenaikan bahan baku pakan impor.

“Kenaikan harga pakan tersebut sangat didominasi oleh kenaikan bahan baku pakan, bayangkan 75% bahan baku impor. Sementara perusahaan pengimpor bahan baku impor tersebut sedikit, ini salah satu yang mempengaruhi kanaikan harga pakan”, ujar Rosul.

Baca juga  Pancasila Sangat Dinamis, Praktis, Dan Indah

Menurutnya, kenaikan harga pakan ternak juga berdampak terhadap kerugian bagi UMKM. Selain itu, dampak kenaikan harga pakan juga berakibat kepada upaya pemenuhan gizi.

“UMKM dan pelaku kuliner tentu juga terdampak, karena stok hasil panen semakin menipis. Sedangkan UMKM kita sangat banyak. Selain itu, upaya pemenuhan gizi yang baik untuk menghilangkan stunting juga terdampak”, lanjutnya.

Keputusan menaikkan harga pakan juga bertentangan dengan keputusan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan.

Baca juga  Virus Corona; Harga Masker di Lamongan Naik 4 Kali Lipat

“Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 142PMK.010/2017 tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 267/PMK.010/2015 tentang kriteria dan/atau rincian ternak, bahan pakan untuk pembuatan pakan ternak dan pakan ikan yang atas impor dan/atau penyerahannya dibebaskan dari pengenaan pajak pertambahan nilai telah jelas mengecualikan bahan bahan tertentu dari pajak. Selain itu, juga telah ada edaran Dirjen Perdagangan Dalam Negeri yang memerintahkan pelarangan menaikkan pakan, tentu 2 (dua) keputusan ini harus ditaati”, terangnya.

Baca juga  Fourtina (Sajak-Sajak Tan Hamzah)

Berdasarkan kenaikan harga pakan ternak di atas, Gerbang Tani DIY meminta kepada Menteri Perdagangan untuk membuka akses terhadap pengadaan bahan baku pakan ternak sehingga tidak menyebabkan kelangkaan dan meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menyelidiki potensi kartel dalam industri pakan peternakan.

(Tim Redaksi/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Pratikno, Resmi Ganti Nama Tol Jakarta Cikampek II Menjadi MBZ

PILIHANRAKYAT.ID. Jakarta-Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) resmi berganti nama menjadi jalan tol layang Mohamed Bin Zayed, pada...

PSTI DIY Gelar Rakerda, LTAD Jadi Fokus Garapan

PILIHANRAKYAT.ID, Jogja – Pengurus Daerah Persatuan Sepaktakraw Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2021- 2025 terus bergerak. Setelah...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

250 Juta Harga Jabatan di Kudus

PILIHANRAKYAT.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebelumnya telah menangkap Bupati Kudus, Muhammad Tamzil terkait kasus “jual-beli Jabatan” terus menelusuri dan memeriksa sekda dan...