PILIHANRAKYAT.ID, Boyolali-Grand Final turnamen E-Sport Desa Nasional Piala Kemendes PDT di Gedung Mahesa, Boyolali, menyajikan pemandangan yang tidak biasa. Di balik ketegangan para atlet Esports yang memperebutkan gelar juara di dalam gedung, suasana di area luar justru pecah dengan gelak tawa para siswa SMP dan SMA.
Berbeda dari turnamen E-Sport konvensional, panitia menyelenggarakan sesi Open Mic Stand-Up Comedy tepat di depan Gedung Mahesa. Bertempat di bawah pohon rindang dengan hembusan angin sepoi-sepoi yang sejuk, panggung ini menjadi daya tarik tersendiri.
Acara santai ini semakin spesial dengan kehadiran Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) PDT, Mety Susanty, yang turut berbaur dengan penonton untuk menikmati penampilan para komika dari Solo, Semarang, dan Jogja.
“Ini menunjukkan sisi inklusif dari rangkaian peringatan Hari Desa Nasional (HDN) 2026, di mana hiburan panggung stand up comedy dan teknologi modern bertemu di satu titik,” ujar Ibu Ses Mety.
Kemeriahan semakin memuncak berkat kehadiran ratusan siswa SMP dan SMA. Dengan penuh semangat, mereka tidak hanya menonton, tetapi juga meneriakkan yel-yel kreatif yang menggetarkan area terbuka Gedung Mahesa. Dukungan spontan ini memberikan energi tambahan bagi atmosfer turnamen secara keseluruhan.
“Kami ingin HDN 2026 ini menjadi pesta milik semua orang. Di dalam gedung kita melihat masa depan melalui E-Sport, dan di luar gedung kita merayakan kebersamaan melalui tawa dan kreativitas anak muda seperti adik-adik SMP dan SMA ini,” ujar perwakilan panitia di lokasi.
Meski kemeriahan pecah di luar, fokus utama tetap tertuju pada panggung utama di dalam Gedung Mahesa. Hari ini adalah penentuan bagi para juara kualifikasi untuk memperebutkan Piala Kemendes PDT perdana.
Direktur Jenderal (Dirjen) Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Kemendes PDT, Samsul Widodo, sebelumnya menekankan bahwa ini adalah sejarah baru. “Event ini adalah yang pertama kalinya diadakan dalam rangka Hari Desa Nasional. Kami ingin anak muda desa bangga dan melek terhadap industri kreatif digital,” tegas pak Dodo.
PIC Open Mic Stand Up Comedy, Muslimin, menerangkan, ajang open mic ini merupakan perpaduan antara kompetisi profesional, hiburan stand-up comedy, dan energi dari generasi muda yang dihadirkan ke Boyolali yang menjadikan gelaran hari ini sebagai salah satu puncak peringatan Hari Desa Nasional yang paling berkesan.
“Kami sangat berkesan, karena ini kali pertama ada open mic di Boyolali yang selama belum ada. Harapannya ini menjadi inspirasi dan awal terbentuknya
komunitas Stand Up Comedy di Boyolali,” ungkap Mus yang merupakan konten kreator eFootball Mobile.




